Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine

LAPORAN PRAKTIKUM
UJI KANDUNGAN URINE

I.                   Tujuan
Mengamati karakteristik urine, kandungan klorida, kandungan protein, kandungan glukosa, dan kandungan amonia.

II.                Waktu dan Tempat
Waktu       : 08.30-10.00 WIB
Tanggal     : 17 Februari 2015
Tempat      : Labolatorium biologi SMA 6 Semarang

III.             Landasan Teori
A. Struktur Ginjal

            Ginjal terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar (korteks) yang mengandung jutaan alat penyaring (nefron). Setiap nefron terdiri atas badan malpighi (renal cospuscle), tubulus kontortus proksimal, bagian tebal dan bagian tipis lengkung henle, tubulus kontortus distal.
Badan malpighi terdiri atas berkas kapiler yang disebut glumerulus yang dikelilingi kapsul Bowman. Lembaran dalam yang menutupi kapiler glomerulus dinamakan lapisan viseral, lembaran luar membentuk batas luar tebal malpighi disebut lapissan parietal kapsula Bowmann yang dilapisi sel epitel pipih. Antara dua lapisan terdapat ruang kapsula yang menerima filtrat. Setiap badan malpighi mempunyai kutub vaskuler tempat arteri aferen masuk dan arteri eferen keluar meninggalkan glomerulus, dan kutub urinarius, tempat tubulus proksimalis dimulai. Lapisan parietal yang berdinding selapis sel epitel pipih begitu sampai di kutub urinaria epitel berubah menjadi epitel kubus. Lapisan viseral mengalami modivikasi selama perkembangan embrional. Sel-sel lapisan internal dinamakan podosid, mempunyai badan sel dimana muncul beberapa tonjolan primer. Setiap tonjolan primer mempunyai banyak tonjolan sekunder yang menutupi kapiler glomerulus. Tonjolan sekunder ini saling bertautan, membatasi ruang yang membentuk celah filtrasi.

            Antara sel-sel endotel kapiler dan podosid yang berlubang-lubang merupakan lapisan basalis. Membran ini merupakan struktur struktur kontinyu yang memisahkan darah kapiler dari ruang kapsular. Di samping se endotel dan podosid, kapiler glomerulus mempunyai sel mesangial. Sel mesangial ini bersifat kontraktil dan memainkan peranan dalam regulasi filtrasi glumerulus, juga mensekresi berbagai senyawa, mengambil kompleks imun dan terlibat dalam produksi penyakit glomerulus, juga bekerja sebagai makrofag dan berperan membersihkan lamina basalis dari zat-zat tertentu yang tertimbun dalam matrik selama filtrasi.
            Tubulus kontortus proksimal manusia panjangnya + 15mm, dengan diameter 55µm. Dindingnya dibentuk oleh selapis sel tunggal kuboid yang saling menjalin satu dengan yang lain dan disatukan oleh tautan kedap apikal. Pada apeks sel yang menghadap ke lumen tubulus terdapat banyak mikrovili yang panjangnya 1µm , bentukan ini dinamakan brush border (batas sikat) yang berfungsi membantu absorpsi zat-zat (peptida, glukosa) yang keluar dari darah selama filtrasi.
Tubulus proksimal berakhir dengan segmen tipis pars desenden lengkung henle yang mempunyai epitel sel pipih yang tipis. Segmen tipis ini berakhir dalam segmen tebal pars asenden yang sel-selnya berbentuk kuboid yang banyak mengandung mitokondria. Pars asenden tebal lengkung henle mencapai glomerulus dan tubulus berdekatan dengan arteriol aferen dan eferen, dimana dinding arteriol aferen mengandung sel jukstaglomerulus (penskresi renin). Pada titik ini epitel tubulus dimodifikasi membentuk makula densa. Sel jukstaglomerulus, makula densa dan sel lapis bergrandula bersama-sama dikenal sebagai aparatus jukstaglomerulus.
            Tubulus kontortus distal, epitel kuboidnya lebih rendah daripada tubulus proksimal, mempunyai mikrovili sedikit. Tubulus distal bersatu membentuk tubulus koligen yang berjalan melewati korteks dan medula renalis yang akan bermuara di pelvis renalis pada apeks piramid medula.

B. Proses pembentukan urin
1. Filtrasi (penyaringan)
Proses filtrasi terjadi di kapsul Bowman dan glomerulus. Dinding luar kapsul Bowman tersusun dari satu lapis sel epitel pipih. Antara dinding luar dan dinding dalam terdapat ruang kapsul yang berhubungan dengan lumen tubulus kontortus proksimal. Dinding dalam kapsul Bowman tersusun dari sel-sel khusus (prodosit).
Proses filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan hidrostatik (tekanan darah) dan tekanan onkotik (tekanan osmotik plasma), dimulai ketika darah masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi sehingga mendorong air dan komponen-komponen yang tidak dapat larut melewati pori-pori endotelium kapiler, glomerulus, kemudian menuju membran dasar, dan melewati lempeng filtrasi, lalu masuk ke dalam ruang kapsul Bowman.
2. Reabsorpsi (penyerapan)
Proses reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dan sebagian tubulus kontortus distal.reabsorpsi dilakukan oleh sel-sel epitel di seluruh tubulus ginjal. Banyaknya zat yang direabsorpsi tergantung kebutuhan tubuh saat itu. Zat-zat yang direabsorpsi adalah air, glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca2+, Cl-, HCO3-, HbO42-, dan sebagian urea.
            Reabsorpsi terjadi secara transpor aktif dan transpor pasif. Glukosa dan asam amino direabsorpsi secara transpor aktif di tubulus proksimal. Reabsorpsi Na+, HCO3- dan H2O terjadi di tubulus kontortus distal.Proses reabsorpsi dimulai ketika urin primer (bersifat hipotonis dibanding plasma darah) masuk ke tubulus kontortus proksimal. Kemudian terjadi reabsorpsi glukosa dan 67% ion Na+, selain itu juga terjadi reabsorpsi air dan ion Cl- secara pasif. Bersamaan dengan itu, filtrat menuju lengkung henle. Filtrat ini telah berkurang volumenya dan bersifat isotonis dibandingkan cairan pada jaringan di sekitar tubulus kontortus proksimal. Pada lengkung henle terjadi sekresi aktif ion Cl- ke jaringan di sekitarnya. Reabsorpsi dilanjutkan di tubulus kontortus distal. Pada tubulus ini terjadi reabsopsi Na+ dan air di bawah kontrol ADH (hormon antidiuretik). Di samping reabsorpsi, di tubulus ini juga terjadi sekresi H+, NH4+,  urea, kreatinin, dan obat-obatan yang ada pada urin.
            Hasil reabsorpsi ini berupa urin skunder yang memiliki kandungan air, garam, urea dan pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

3. Augmentasi (pengumpulan)
Urin sekunder dari tubulus distal akan turun menuju tubulus pengumpul. Pada tubulus pengumpul ini masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl-, dan urea sehingga terbentuklah urin sesungguhnya. Dari tubulus pengumpul, urin dibawa ke pelvis renalis, urin mengalir melalui ureter menuju vesika urinaria (kantong kemih) yang merupakan tempat penimpanan sementara urin.
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.
Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.
Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril
Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat.
  Volume urine yang dikeluarkan antara lain tergantung pada hal-hal berikut:
  ·  Jumlah air yang diminum.
  ·  Jumlah garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan osmosis tetap.
 · Hormon antidiuretik (Anti Diuretic Hormone = ADH) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis di bagian belakang otak.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru/segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5 urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.

Volume urin normal per hari adalah 900 – 1200 ml, volume tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya suhu, zat-zat diuretika (teh, alcohol, dan kopi), jumlah air minum, hormon ADH, dan emosi.
Interpretasi warna urin dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam seseorang.
a. Keruh.Kekeruhan pada urin disebabkan adanya partikel padat pada urin seperti bakteri, sel epithel, lemak, atau Kristal-kristal mineral.
b. Pink, merah muda dan merah. Warna urin seperti ini biasanya disebabkan oleh efek samping obat-obatan dan makanan tertentu seperti bluberi dan gula-gula, warna ini juga bisa digunakan sebagai tanda adanya perdarahan di system urinaria, seperti kanker ginjal, batu ginjal, infeksi ginjal, atau pembengkakkan kelenjar prostat.
c. Coklat muda seperti warna air teh, warna ini merupakan indicator adanya kerusakan atau gangguan hati seperti hepatitis atau serosis.
d. Kuning gelap, Warna ini disebabkan banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks yang banyak terdapat dalam minuman berenergi.
Pada umumnya, urine normal berwarna bening. Akan tetapi warna urinedapat juga berubah-ubah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan warnaurine. Faktor yang terpenting adalah kadar air dalam tubuh kita. Bila warna urine berubah menjadi kuning muda ataupun kuning tua itu artinya tubuh kita sudah mulaikurang cairan, mungkin asupan yang kurangan atau aktivitas yang banyak karenacairan tubuh kita paling banyak dikeluarkan melalui urine dan keringat.
Untuk mencegah supaya warna urine tidak kuning adalah dengan meminumair putih minimal 8 gelas sehari, ukuran itu disesuaikan dengan aktivitas kita sehari-hari. Jika memang aktivitas kita ekstra maka kebutuhan cairan kita juga ekstrasehingga kita harus meminum air lebih dari biasanya. Perubahan warna urine bisadijadikan paramater bahwa tubuh kita perlu asupan air. Berikut adalah tingkatanwarna urine beserta penjelasannya.

C. Sifat-sifat urine
Urine memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1. Volume urin normal orang dewasa 600 – 2500 ml/hari, ini tergantung pada masukan air, suhu luar, makanan dan keadaan mental/fisik individu. Produk akhir nitrogen dan kopi, teh, alkohol mempunyai efek diuresis.
2. Berat jenis berkisar antara 1,003 – 1,030.
3. Reaksi urin biasanya asam dengan pH kurang dari 6 (bekisar 4,7-8). Bila masukan protein tinggi, urin menjadi asam sebab fosfat dan sulfat berlebihan dari hasil katabolisme protein. Keasaman meningkat pada asidosis dan demam. Urin menjadi alkali karena perubahan urea menjadi amonia dan kehilangan CO2 di udara. Urin menjadi alkali pada alkaliosis seperti setelah banyak muntah.
4. Warna urin normal adalah kuning pucat atau ambar. Pigmen utamanya urokrom, sedikit urolobin dan hematopofirin. Pada keadaan demam, urin berwarna kuning tua atau kecoklatan, pada penyakit hati pigmen empedu mewarnai urin menjadi hijau, coklat, atau kuning tua. Darah (hemoglobin) memberi warna seperti asap sampai merah pada urin. Urin sangat asam mengendapakan garam-garam asam urat dengan warna dadu.
5. Urin segar beraroma sesuai dengan zat-zat yang dimakan.

D. Unsur-unsur dalam urin
1. Unsur-unsur normal dalam urine.

a.      Urea (25-30 gram) merupakan hasil akhir dari metabolisme protein pada mamalia. 
b.  Amonia, pada keadaan normal terdapat sedikit dalam urin segar. Pada penderita diabetes millitus, kandungan amonia dalam urinnya sangat tinggi.
c.      Kreatinin dan kreatin (kreatinin : produk pemecahan kreatin), normalnya 20-26 mg/kg pada laki-laki, dan 14-22 mg/kg pada perempuan.
d.     Asam urat, adalah hasil akhir terpenting oksidasi purin dalam tubuh. Asam urat sangat sukar larut dalam air, tetapi mengendap membentuk garam-garam yang larut dengan alkali. Pengeluaran asam urat meningkat pada penderita leukimia, penyakit hati berat.
e.  Asam amino: hanya sedikit dalam urin. Pada penderita penyakit hati yang lanjut karena keracunan, maka jumlah asam amino yang diekskresikan meningkat.
f.       Klorida (terutama NaCl), pengeluarannya tergantung dari masukan.
g.     Sulfur, berasal dari protein yang mengandung sulfur pada makanan.
h.     Fosfat di urin adalah gabungan dari natrium dan kalium fosfat, berasal dari makanan yang mengandung protein berikatan denagn fosfat.
i.       Oksalat dalam urin rendah. Pada penderita hiperoksaluria jumlah oksalat relatif tinggi.
j.       Mineral: Na, Ca, K, Mg ada sedikit dalam urin.
k.     Vitamin, hormon dan enzim dalam urin sedikit.
2. Unsur abnormal dalam urine.
            Protein: Proteinuria (albuminuria) yaitu adanya albumin dan globulin dalam urin dengan konsentrasi abnormal. Proteinuria fisiologis terdapat + 0.5% protein, ini dapat terjadi setelah latihan berat, setelah makan banyak protein, atau sebagai akibat dari gangguan sementara pada sirkulasi ginjal bila seseorang berdiri tegak. Kasus kehamilan disertai Proteinuria sebesar 30-35%. Proteinuria patologis, disebabkan karena adanya kelainan dari organ ginjal karena sakit. Misalnya nefrosklerosis suatu bentuk vaskuler penyakit ginjal, dihubungkan dengan hipertensi arterial. Proteinuria pada penyakit ini meningkat dengan makin beratnya kerusakan ginjal. Proteinuria dapat juga terjadi karena keracunan tubulus ginjal oleh logam-logam berat (raksa(Hg), arsen(As), bimut(Bi)).
           Glukosa: glukosuria tidak tetap dapat ditemukan setelah stress emosi (pertandingan atletik yang menegangkan), 15% kasus glikosuria tidak karena diabetes. Galaktosuria dan laktosuria dapat terjadi pada ibu selama kehamilan, laktasi maupun menyapih. Pentosuria terjadi sementara sesudah makan makanan yang mengandung gula pentosa. Benda-benda keton dapat terjadi pada saat kelaparan, diabetes, kehamilan, anestesia eter. Terdapat bilirubin, dan adanya kandungan darah karena kerusakan pada ginjal.

E. Gangguan Pada Ginjal
Beberapa kelainan dan gangguan fungsi ginjal adalah sebagai berikut.
1. Nefritis

   Nefritis : kerusakan pada glumerulus akibat alergi racun kuman, biasanya disebabkan oleh bakteri Steptococcus. Nefritis mengakibatkan seseorang menderita Uremia dan oedema. Uremia: masuknya kembali asam urin dan urea ke pembuluh darah. Oedema adalah penimbunan air di kaki karena reabsorpsi air terganggu.
2. Batu ginjal
   Batu ginjal terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kantong kemih. Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak larut. Kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Endapan garam ini terbentuk jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air.
3. Albuminuria
    Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin dalam urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium. Selain itu dapat juga disebabkan oleh iritasi sel-sel ginjal karena masuknya substansi seperti racun bakteri, eter, atau logam berat.
4. Glikosuria
            Glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urin. Adanya glukosa dalam urin menunjukkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.
5. Hematuria

  Hematuria adalah ditemukannya sel darah merah dalam urin. Hematuria disebabkan peradangan pada organ urinaria atau iritasi akibat gesekan pada batu ginjal
6. Ketosis
            Ketosis adalah ditemukannya senyawa keton di dalam darah. Hal ini dapat terjadi pada orang yang melakukan diet karbohidrat.
7. Diabetes Militus

            Diabetes militus adalah penyakit yang disebabkan pankreas tidak menghasilkan atau hanya menghasilkan sedikit insulin. Insulis : hormon yang mampu mengubah glukosa menjadi glikogen sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Selain itu, Insulis juga membantu jaringan tubuh menyerap glukosa sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi. Diabetes militus juga dapat terjadi jika sel-sel di hati, otot, dan lemak memiliki respons rendah terhadap insulin. Kadar glukosa di urin penderita diabetes militus sangat tinggi. Ini menyebabkan sering buang air kecil, cepat haus dan lapar, serta menimbulkan masalah pada metabolisme lemak dan protein.
8. Diabetes Insipidus
            Diabetes Insipidus adalah penyakit yang menyebabkan penderita mengeluarkan urin terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormon ADH (dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian belakang). Jika kekurangan ADH, jumlah urin dapat naik 20-30 kali lipat dari keadaan normal.

IV.             Alat dan Bahan
Alat
v  Tabung reaksi
v  Rak tabung reaksi
v  Penjepit tabung reaksi
v  Gelas ukur 100 ml
v  Indikator universal
v  Pembakar spiritus
v  Pipet tetes
v  Korek api

Bahan
v  Urine
v  Larutan benedit
v  Larutan biuret
v  Larutan AgNO3

V. Cara Kerja
-    Kegiatan 1,
Mengetahui bau amoniak dari hasil penguraian urea dalam urin
1.      Memasukkan 1 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menjepit dengan penjepit tabung reaksi
3.      Memanaskan sampai mendidih dengan lampu spiritus
4.      Mengetahui baunya

·      Kegiatan 2,
Mengenal kandungan klorida dalam urin
1.      Memasukkan 2 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menambahkan 5 tetes larutan AgNO3
3.      Mengetahui perubahan setelah nya
4.      Memberikan alasan kenapa bisa terjadi

·      Kegiatan 3,
Uji protein
Mengetahui ada tidaknya kandungan protein dalam urine
1.      Memasukkan 2 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menambahkan 5 tetes larutan biuret, dan membiarkan selama 5 menit
3.      Mengamati perubahan warna yang terjadi
4.      Menyimpulkan tentang urin yang telah di uji

·      Kegiatan 4,
Uji glukosa
Mengetahui ada tidaknya kandungan glukosa dalam urine
1.      Memasukkan 2 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menambahkan 5 tetes larutan benedict
3.      Menjepit dengan penjepit, kemudian memanaskan dengan lampu spritus
4.      Mencatat perubahan warna yang terjadi
5.      Menyimpulkan tentang urin yang telah di uji.

-   Kegiatan 5
Uji pH
Mengetahui kandungan pH dalam urine
1. Sediakanlah 1-2 ml urine dan masukkan ke dalam tabung reaksi
2. Uji pH urine dengan menggunakan kertas indikator universal
3. Kemudian cocokkan warnanya dengan standar pH dan catatlah hasilnya.

VI.             Hasil Pengamatan

No
Uji urine
Hasil
Keterangan
1
Sifat fisik urine 
     -      Berwarna kuning pucat
     -      Berbau pesing
     -      Tidak terdapat endapan
Normal
2
Uji pH
pH = 6
Normal
3
Uji Kehamilan
Negatif
Tidak hamil
Tabel hasil pengamatan
No
Jenis Uji Urine
Perubahan Warna
Keadaan larutan
Keterangan
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
1
Uji Amonia
Kuning
kuning
Tidak terjadi endapan
Tidak ada endapan, berbau Pesing
Mengandung amonia
2
Uji Klorida
Kuning
putih
Tidak terjadi endapan
Terjadi endapan putih tipis
Normal/mengandung klor dalam jumlah yang normal
3
Uji Protein
Kuning
Biru
Tidak terjadi endapan
Tidak terjadi endapan
Normal/Tidak mengandung protein
4
Uji Glukosa
Kuning
Biru
Tidak terjadi endapan
Tidak terjadi endapan
Normal/Tidak mengandung glukosa

VII.          Pembahasan
            Ada beberapa jenis kandungan yang telah di uji, yaitu uji amonia, uji klorida, uji protein dan uji glukosa,
     Sifat fisik urine yang diamati yaitu kuning pucat, berbau pesing dan tidak terdapat endapan. Ini menunjukkan bahwa urine tersebut secara fisik normal.
        Menguji kadar pH dalam urine dengan menggunakan indikator universal. Setelah urine dimasukkan dalam urine kemudian warnanya dicocokan dengan standar pH, menunjukkan bahwa urine tersebut memiliki pH 6. Berarti urine yang diuji tersebut memiliki pH yang normal karena pH urine tersebut berada antara 4,7-8
         Menguji bau amoniak dari hasil penguraian urea dalam urin. Yaitu dengan memanaskan terlebih dahulu sampai mendidih kemudian diketahui bagaimana baunya, ternyata setelah dilakukan uji, urin tersebut berbau pesing, hal ini dikarenakan billirubin dan billiverdin  bekerja. Amonia terdapat di dalam urin karena berasal dari deaminasi asam amino yang terjadi terutama di dalam hati, tetapi di dalam ginjal juga terjadi pula proses deaminasi amonia (NH3) dapat juga berasal dari pembongkaran protein dan berbahaya bagi sel. Oleh karena itu ammonia harus dikeluarkan dari tubuh namun sebelum dikeluarkan harus dirombak dahulu menjadi urea.
        Menguji kandungan protein dalam urin, dengan menggunakan larutan biuret 5 tetes dan membiarkan selama 5 menit, semula warna pada urin yaitu kuning setelah di beri biuret dan di biarkan selama 5 menit ternyata perubahan warna yang terjadi yaitu biru dan tidak terjadi endapan , berarti dapat diketahui bahwa urine tersebut tidak mengandung protein. Hal tersebut menunjukkan bahwa ginjal dalam keadaan baik sehingga dapat mernyaring protein (albumin) dalam urine. Apabila terbentuk cincin putih dalam tabung reaksi menandakan terdapat kerusakan pada glomerulus ginjal sehingga tidak dapat menyaring protein dalam urine. Atau kerusakan pada membran kapsul endothelium/karena iritasi sel-sel ginjal akibat masuknya substansi seperti racun, bakteri, eter, atau logam berat
        Kemudian yaitu menguji kandungan glukosa dalam urin, dengan menambahkan 5 tetes larutan benedict dan memanaskan hingga mendidih, warna mula-mula pada urin yaitu kuning dan setelah di panaskan warna urin berubah menjadi biru, dan tidak terjadi endapan dalam urine tersebut, dari hal itu dapat diketahui bahwa urin tersebut tidak mengandung glukosa
        Dan uji yang terakhir yaitu menguji kandunga klorida dalam urin, dilakukan dengan menambahkan 5 tetes larutan AgNO3 , kemudian melihat hasilnya, dan hasil yang diperoleh yaitu bahwa warna urin berubah dari kuning menjadi putih, disebabkan karena urin tersebut mengandung garam. Dan terjadi endapan putih tipis, endapan itu adalah endapan AgCl yang terbentuk dari reaksi:
AgNO3 + Cl- → AgCl + NO3-
Adanya kandungan klorida dalam urin berasal dari garam-garam yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan misalnya NaCl yang kemudian dalam cairan tubuh akan terurai menjadi ion-ion. Klorida akan selalu ada di dalam urin seseorang, hal ini karena pada filtrasi molekul-molekulkecil seperti glukosa dan garam mineral direabsorpsi melalui transport aktif. Kelebihan NaCl yang dihasilkan dari proses augmentasi dikeluarkan lewat urine dalam bentuk ion Cl 

Pertanyaan
1.      Mengapa sifat-sifat fisik urine seperti warna, kekeruhan dan pH, berbeda-beda pada setiap orang? Jelaskan!
2.      Berdasarkan data pengamatan Anda, adakah urine yang memiliki sifat fisik abnormal ? Jika ada, jelaskan !
3.      Mengapa pada urine normal mengandung sedikit klorida ? Apakah peranan klorida di dalam tubuh ?
4.      Berdasarkan data hasil uji urine dengan menggunakan larutan biuret, adakah sampel urine yang mengandung protein ? Jelaskan !
5.      Jenis penyakit apakah yang menyebabkan urine mengandung protein dengan jumlah melebihi batas normal ?
6.      Berdasarkan data hasil uji glukosa, adakah teman Anda yang berindikasi diabetes mellitus ? Jika ada, jelaskan !
7.      Apakah saran-saran Anda terhadap teman yang berindikasi diabetes mellitus ?
8.      Jelaskan cara-cara untuk menjaga kesehatan ginjal !

Jawaban
1.    Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu jenis makanan yang dikonsumsi, obat-obatan yang dikonsumsi, jumlah air putih yang dikonsumsi dan kelainan atau penyakit yang diderita setiap orang tersebut. Hal ini yang mempengaruhi warna, kekeruhan dan pH urine.
2.    Dari pengamatan tersebut tidak ditemukan sifat fisik abnormal dalam urine.
3.  Adanya kandungan klorida dalam urin berasal dari garam-garam yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan misalnya NaCl yang kemudian dalam cairan tubuh akan terurai menjadi ion-ion. Klorida akan selalu ada di dalam urin seseorang, hal ini karena pada filtrasi molekul-molekulkecil seperti glukosa dan garam mineral direabsorpsi melalui transport aktif. Kelebihan NaCl yang dihasilkan dari proses augmentasi dikeluarkan lewat urine dalam bentuk ion Cl 
4.    Dari pengamatan tersebut tidak ada sampel yang mengandung protein.
5.  Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin dalam urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium. Selain itu dapat juga disebabkan oleh iritasi sel-sel ginjal karena masuknya substansi seperti racun bakteri, eter, atau logam berat.
6.    Dari pengamatan tersebut tidak ada sampel yang mengandung glukosa.
7.    Saran bagi penderita diabetes:
1. Memahami penyakit diabetes dan cara mengobatinya. 

   Kalau sudah kena penyakit ini, pasien mesti segera mencari tahu seluk beluk diabetes dan solusi menghadapinya. Misalnya, pada pasien diabetes tipe 1 yang terjadi karena bawaan, harus mendapatkan insulin tiap hari dan wajib diet sehat. Sementara pada pasien diabetes tipe 2, mereka sebaiknya melakukan diet sehat, berolahraga rutin, dan minum obat.

2. Menjalani pengobatan yang kontinyu.
   Sebaiknya pasien diabetes menaati untuk minum obat yang diresepkan oleh dokter. Pemahaman tentang nama obat dan dosisnya harus dipahami agar pengobatan berjalan maksimal. Konsultasikan selalu dengan dokter terhadap obat-obat yang disarankan.

3. Pilih makanan yang tepat.

   Pasien diabetes memiliki banyak pantangan soal menu makanan. Ikutilah saran ahli gizi untuk menjalani diet sehat. Jaga selalu berat badan dan usahakan tingkat gula darah selalu dalam posisi normal. Jangan lewatkan waktu makan dan makan cemilan tiga kali sehari dengan menu sehat agar gula darah terkontrol.
    Lakukan tes gula darah sendiri. Saat ini sudah banyak alat tes gula darah yang dijual bebas. Selalu cek kadar gula darah sebagai acuan untuk mengambil keputusan medis. Jika gula darah ada di angka kurang dari 70 atau lebih dari 240 dan terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan saran kesehatan.

4. Usahakan gula darah tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.

    Kedua kondisi tersebut sama bahayanya dalam mengakibatkan komplikasi serius.. Jika gula darah Anda rendah, maka angkanya di bawah 70. Jika terlalu tinggi, angkanya di atas 240. Bagi pasien diabetes tipe 1, sebaiknya selalu cek gula darah setiap kali habis makan.

     5. Jaga diri agar tidak sampai ada luka di tubuh
   Pasalnya, luka kecil di tubuh pasien diabetes bisa menimbulkan infeksi yang serius. Kalau sudah parah bahkan kemungkinan harus menjalani amputasi. Sebaiknya setiap hari lakukan cek pada kaki. Selalu lakukan check-up ke dokter untuk mencegah komplikasi dalam jangka panjang

8.    Rajin Berolahraga
Olahraga merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain membantu menjaga fungsi paru-paru, ternyata olahraga juga memberi banyak efek positif terhadap keadaan ginjal. Olahraga akan membuat proses pembentukan urin di dalamnya menjadi lancar dan tidak mengalami hambatan. Karena itulah, banyak orang yang terbebas dari penyakit ginjal dengan cara rutin berolahraga setiap hari.
Menjaga Berat Badan
Cara menjaga kesehatan ginjal yang berikutnya adalah dengan cara menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan akan membuat banyak masalah kesehatan. salah satunya adalah penyakit ginjal. Lemak yang tertimbun di perut dan sekitarnya akan membuat ginjal menjadi merasa sesak sehingga membuatnya sedikit sulit dalam memproses urin. Akibatnya, penyakit ginjal pun datang menghampiri. Oleh karena itu, jagalah berat badan anda agar selalu ideal dengan cara menghindari makanan-makanan yang banyak mengandung lemak jahat bagi tubuh.
Mengontrol Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi kondisi ginjal. Tekanan darah yang terlampau tinggi akan membuat seseorang beresiko memiliki penyakit ginjal. Karena itulah anda perlu menjaga tekanan darah dengan cara selalu berfikir dengan jernih dan tenang dan tidak mengedepankan emosi. Meski terlihat sepele, namun cara tersebut cukup ampuh dalam menjaga keseimbangan tekanan darah sehingga kesehatan ginjal anda akan terjamin.
Makanan Sehat
Cara menjaga kesehatan ginjal yang selanjutnya adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan sehat. Hindarilah makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan gula secara berlebihan. Cobalah membiasakan diri untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur karena kedua sumber makanan tersebut memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan zat besi yang penting untuk menjaga kesehatan ginjal beserta organ yang lainnya.
Minum Air Putih
Dengan air putih, kinerja ginjal di dalam tubuh akan menjadi semakin baik. Selain menjaga kesehatan ginjal, air putih juga sangat penting untuk memelihara organ-organ tubuh yang lain mulai dari mata, kulit, jantung, hati dan lain-lain. Selain itu, anda juga dapat menjaga kesehatan ginjal dengan cara menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Kedua benda tersebut memberikan banyak sekali efek buruk terhadap kesehatan manusia. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menimbulkan gangguan pada ginjal. Karena itulah, jika anda tidak ingin mengalami gangguan pada ginjal maka hindarilah rokok dan minuman beralkohol.
Menghindari Makanan Asin
Cara terakhir yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal adalah menghindari makanan yang terlalu asin. Rasa asin yang dikandung oleh makanan tertentu akan membuat ginjal anda tidak dapat bekerja secara maksimal. Oleh karena itu, baiknya anda mengkonsumsi makanan yang rasa asinnya pas di lidah. Dengan begitu, kita akan selalu terhindar dari bahaya penyakit ginjal.

VIII. Kesimpulan

A. Kesimpulan :
§ Jadi di dalam urin mengandung klorida dan amonia namun tidak mengandung protein dan glukosa, itu berarti bahwa urine tersebut sehat.
§ Klorida dan ammonia merupakan zat yang baik jika terkandung dalam urin karena mengindikasikan adanya ion-ion yang terkandung dalam tubuh serta adanya pembuangan zat berbahaya dalam tubuh
§ Glukosa dan Albumin yang positif pada percobaan sangat tidak diharapkan karena zat tersebut dibutuhkan dalam tubuh dan tidak seharusnya ada dalam urine.
B. Saran :
- Perlu dilakukan lebih banyak percobaan lagi, agar bisa mengamati lebih teliti tentang  kandungan di dalam urin.
- Sebaiknya dalam melakukan percobaan harus hati-hati terutama dalam memanaskan bahan makanan.
-  Dalam melakukan pengamatan harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
-  Hati-hati dalam menggunakan alat.
-  Selalu menjaga kebersihan laboratorium
-  Mengembalikan peralatan yang telah digunakan ke tempat yang telah ditentukan.

IX. Daftar Pustaka
Saktiyono. 2008. Seribu Pena Biologi. Jakarta : Erlangga
Syamsuri Istamar, dkk. 2007. Biologi SMA Kelas XI. Malang : Erlangga
Tim LBB SSCintersolusi. 2012. TEXT BOOK SSCIntersolusi : SSCI
Pratiwi D. A. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga
https://www.google.com/laporan-biologi-uji-urin/LAPORAN-UJI-URINE dimas_kicir.htm
https://www.google.com /laporan biologi uji urin/Laporan Praktikum  Uji Urin _ Islamic Science's Blog.htm


X. Lampiran Foto

Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine

Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine



laporan praktikum uji kandungan urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine

Biography of Gesang

Gesang

            Gesang Martohartono was born in Surakarta, October , 1917. He was a renowned Indonesian singer-songwriter from Central Java. He is the composer of the Bengawan Solo. It becomes famous throughout, Japan and some other countries.
            Gesang’s father owned a batik-fabric business, which went bankrupt when he was a teen. He was illiterate in musical notation, but he supported himself and his family by writing songs and singing at weddings and other formal events.
            In 1940, Gesang composed a tune in the popular urban local style known as kroncong. For the lyrics, he turned to Bengawan Solo river for the inspiration. Then, he added “Bengawan Solo” to his repertoire. It became widely popular. It also found an appreciative audience among the Javanese occupation force and the non-Javanese prisoners of the Japanese internment camps.
            After Japan’s defeat, “Bengawan Solo” caught the public mood. Its fame soon spread throughout the country after best-selling recordings were by popular singers, starting with Toshi Matsuda’s 1947 rendition.
            Gesang remained in Solo, continuing to compose and sing. In 1991, a group of appreciative Japanese  war veterans arranged for a life-size statue of Gesang to be established in a Surakarta park to mark their respects for the composer of the tune that had managed to cross the cultural barriers  of wartime.
            Gesang was hospitalized from May 12, 2010. He died on May 20, 2010 at the age of 92.  


Biography of dr. Tjipto Mangoenkoesoemo

dr. Tjipto Mangoenkoesoemo

            
          Tjipto Mangoenkoesoemo was born on March 4, in Pecangakan, Ambarawa, Semarang. He was a prominent Indonesian Independence leader and Soekarno’s political mentor. He was also a reliable doctor.
            After graduating from STOVIA, he worked as a government doctor. He was even awarded the Orde van Orange Nassau by the colonial government for his services during an outbreak of the plague.

            He wasn’t only a doctor, but he took part in Indonesia’s Independence. In 1912 with Douwes Dekker and Soewardi Soeryaningrat or Ki Hajar Dewantara, he founded Indische Partij. After the party was labelled subversive by colonial court of law in 1913, he and hid fellow were exiled to the Netherlands. His relentless view made him exiled to Banda Neira in 1927. However during his 11 year long exile he was unable to further any significant political activity. He died in 1943 and was buried in Watu Ceper, Ambarawa. 

Penyebab dan Dampak Pemanasan Global

             A.   Pengertian Pemanasan global 

adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.

B.  Penyebab Pemanasan Global 

1.             Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya 

2.             Efek umpan balik

Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.
Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer
Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah

3.             Variasi Matahari 

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.
Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.

C.  Dampak Pemanasan global atau Global warming

1. Cuaca
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air).
Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

2. Tingginya muka laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut.

Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan.
Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.

3. Pertanian

Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh.

Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

4. Hewan dan tumbuhan

Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat.

Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
Peningkatan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan terumbu karang, dan selanjutnya matinya terumbu karang, sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan. Suhu air laut yang meningkat juga memicu terjadinya migrasi ikan yang sensitif terhadap perubahan suhu secara besar-besaran menuju ke daerah yang lebih dingin.  Peristiwa matinya terumbu karang dan migrasi ikan, secara ekonomis, merugikan nelayan karena menurunkan hasil tangkapan mereka.

5. Kesehatan manusia

Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka.

Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria; persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam kuning, dan encephalitis. Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
Selain dampak diatas, tercatat beberapa kejadian luar biasa yang mengindikasikan terjadinya pemanasan global, yaitu :
Tahun 2005 merupakan tahun terpanas.  NASA melaporkan bahwa temperatur rata-rata global telah meningkat 0,060 C.
Pencairan Artik terbesar terjadi di tahun 2005.  Hasil foto salah satu satelit   menunjukkan area yang tertutup es permanen merupakan area tersempit pada akhir musim panas tahun 2005.
Tahun 2005 merupakan tahun dengan air di Karibia terpanas, lebih lama dari yang pernah terjadi dan menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) besar-besaran di sepanjang wilayah mulai dari Karibia hingga Florida Keys, Amerika Serikat.
Tahun 2005 tercatat sebagai tahun dengan nama badai terbanyak.  Terdapat 26 nama badai yang melampaui daftar nama resmi. Pada tahun ini juga terdapat sekitar 14 badai, yang disebut sebagai badai hebat (hurricane), karena memiliki kecepatan angin melebihi 119 km/jam.  Rekor tahun sebelumnya hanya 12 badai dalam setahun.  Tahun 2005 juga merupakan tahun dengan kategori 5 badai terbanyak dengan kecepatan angin 249 km/jam. Tahun 2005 merupakan tahun yang mengalami kerugian termahal akibat badai.
Tahun 2005 merupakan tahun terkering yang pernah terjadi sejak beberapa dekade lalu di Amazon, Amerika Selatan. Dan Amerika bagian barat menderita akibat kekeringan yang panjang.

           D. Solusi Pengendalian pemanasan global

1.        Menghilangkan karbon
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Salah satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbondioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbondioksida sama sekali.

2.        Persetujuan internasional
Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.
Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990.
Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.
Akan tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbondioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbondioksida ini.
Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil.
Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien. Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbondioksida terbukti sulit dilakukan.

Beberapa cara lain untuk mencegah terjadinya Pemanasan global atau Global warming:
  • Berhemat energi. Seperti dalam penggunaan bahan bakar minyak, listrik (jangan pakai alat-alat elektronika kalau tidak jelas kebutuhannya).
  • Menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja. Kalau hanya dekat, tidak perlu menggunakan motor atau mobil.
  • Mengurangi pembakaran. Misal, pembakaran sampah, hindari pembakaran hutan.
  • Penghijauan hutan
  • Hindari penggunaan barang secara mubazir
  • Untuk ekosistem laut, hindari perusakan karang dan pencarian ikan dengan merusak   (penggunaan bom atau semacamnya).
  • Saluran Ventilasi rumah  yang cukup

Contact Us

Name

Email *

Message *