Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Macam-macam Zat Aditif pada Makanan, Kegunaan dan Contohnya

Zat aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan pada waktu proses pengolahan makanan. Zat aditif dalam makanan keberadaannya dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.
  • Aditif sengaja, adalah zat aditif yang dengan sengaja diberikan untuk tujuan tertentu seperti meningkatkan nilai gizi, penguat cita rasa, mengendalikan keasaman/kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, atau pengawet agar tidak mudah busuk.
  • Aditif tidak sengaja, adalah zat aditif yang jumlahnya sangat kecil, sebagai akibat dari proses pemasakan, misalnya jika menggunakan panci logam yang bisa luntur atau wadah plastik yang tidak tahan panas.

Berdasarkan sumber asalnya, zat aditif dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
  • Aditif alamiah, contohnya ekstrak kunyit dan daun pandan untuk pewarna, serta air jeruk untuk pemberi rasa asam.
  • Aditif sintetis (buatan). Zat aditif sintetis mempunyai sifat lebih pekat, lebih stabil, biasanya lebih murah, tetapi terkadang mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh atau bersifat karsinogenik yang dapat merangsang terjadinya kanker. Contohnya, monosodium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa, boraks sebagai pengawet, dan pewarna tartrazine yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. 

Berdasarkan tujuannya, zat aditif dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Pewarna makanan/minuman
Contohnya adalah klorofil (hijau), karoten (jingga), mioglobin (warna merah pada daging), dan karamel (gula yang dipanaskan menimbulkan warna coklat). Pewarna sintetis yang diizinkan, antara lain carmoisine (merah), tartrazine (kuning), violet GB (ungu), brilliant blue FCF (biru), dan fast green FCF (hijau).

  • Penguat cita rasa
Misalnya aroma buah-buahan, aroma vanili (ekstrak vanili), pemberi rasa daging/ayam, kesan panas (rempah-rempah), kesan dingin/segar (mint), pemanis dari gula merah/gula pasir, pemanis sintetis (sakarin, Na-siklamat, dan Ca-siklamat) asidulan (asam laktat, asam suksinat, asam asetat, asam sitrat, asam fumarat, asam malat, dam asam tartrat).

  • Antikerak
Biasanya ditambahkan pada tepung yang bersifat higroskopik untuk mempertahankan sifat butirannya. Contohnya kalsium silikat (CaSiO3) untuk campuran tepung dan rempah-rempah minyak atsiri, dan Ca-stearat untuk mencegah penggumpalan tepung. Bahan antikerak tersebut akan ikut termetabolisme dalam tubuh tetapi tidak berbahaya, asalkan dalam jumlah yang diperbolehkan dalam makanan.

  • Pemantap
Pemantap digunakan untuk memperoleh tekstur yang keras dan renyah. Contohnya Ca-sitrat, Al2SO4, dan KAlSO4 untuk pembuatan asinan ketimum dengan cara menambahkannya ke dalam larutan garam sebelum difermentasikan.

  • Penjernih larutan
Contohnya bentonit untuk penjernih anggur, gelatin dan tanin untuk menjernihkan sari buah.

  • Pemucat
Berperan sebagai oksidator. Contohnya benzoil peroksida (C6H5CO)2 untuk memucatkan tepung terigu yang baru (biasanya berwarna kuning) menjadi berwarna putih.

  • Pengembang adonan
Dapat terurai dan menghasilkan gas CO2 dalam adonan roti, sehingga adonan roti mengembang, dan dapat diperoleh roti dengan struktur berpori-pori. Contohnya garam bikarbonat (NaHCO3).

  • Pengawet
Melindungi kerusakan makanan yang disebabkan oleh bakteri maupun jamur. Pengawet organik, contohnya asam benzoat, asam asetat, dan asam propinat. Pengawet anorganik, contohnya natrium nitrit untuk mengawetkan daging dan ikan. Pengawet anorganik dapat membahayakan kesehatan.

  • Surfaktan
Digunakan untuk mempertahankan tekstur agar dapat disimpan lebih lama. Contohnya pelapisan lilin pada apel dan daun kol.

Macam-macam Gangguan Pada Sistem Pencernaan Makanan

Pencernaan makanan adalah proses pengolahan makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap oleh darah, dan sisa-sisa makanannya dibuang keluar dari tubuh. Proses pencernaan makanan berlangsung secara mekanis dan kimiawi, yang dilakukan oleh sistem pencernaan makanan.
Macam-macam Gangguan Pada Sistem Pencernaan Makanan

Gangguan sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pola makan yang salah, program diet yang ekstrim, bulimia (memuntahkan makanan dengan sengaja), gaya hidup, memakan makanan dengan zat aditif berbahaya, mengonsumsi makanan yang tidak bernutrisi, makanan yang tidak higienis, atau proses pemasakan dan penyimpanan makanan yang salah.

Berikut ini berbagai macam gangguan atau kelainan dalam sistem pencernaan makanan :

  • Sariawan (stomatitis aftosa), adalah luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung, dapat disebabkan oleh luka tergigit, mengonsumsi makanan/minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kebersihan mulut tidak terjaga, kelainan pencernaan, faktor psikologis, atau kondisi tubuh yang tidak fit.
  • Muntah (emesis/vomitus), adalah pengeluaran paksa isi lambung dan keluar melalui mulut.
  • Muntah psikogenik, adalah muntah akibat faktor emosi, termasuk yang menyertai pemandangan atau bau yang memualkan atau pada situasi stres lainnya.
  • Konstipasi (sembelit) dan obstipasi (konstipasi parah), adalah pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit buang air besar. Hal tersebut dapat disebabkan oleh makanan yang kurang berserat (buah dan sayuran), atau defekasi yang ditunda terlalu lama.
  • Gastritis (radang lambung), adalah peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih. Gastritis dapat disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, makan tidak teratur, mikroorganisme, mengonsumsi obat-obatan tertentu, alkohol, pola tidur yang tidak teratur, dan stres.
  • Diare, adalah gangguan berupa feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Diare dapat disebabkan oleh mikroorganisme, alergi (fruktosa dan laktosa), kelebihan vitamin C, atau mengonsumsi alkohol dan buah-buahan tertentu.
  • Flatus, adalah keluarnya gas dalam saluran pencernaan melalui anus. Gas berasal dari udara yang tertelan, atau hasil produksi dari bakteri di saluran pencernaan/kolon berupa gas hidrogen dan metana akibat banyak mengonsumsi gula dan polisakarida.
  • Pankreasitis, adalah radang kelenjar pankreas, dapat disebabkan oleh batu empedu dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Apendisitis, adalah peradangan apendiks (umbai cacing) akibat penyumbatan oleh bahan tinja yang kemudian mengeras dan tersangkut di dalam apendiks yang berakibat pembengkakan pada apendiks dan terisi pus (nanah) atau jaringan mati. Jika tidak diangkat dengan pembedahan, maka apendiks akan pecah dan menumpahkan isinya yang mengandung kuman.
  • Malnutrisi, adalah keadaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pengembilan makanan dengan kebutuhan gizi. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan penyakit seperti kwashiorkor dan marasmus.
  • Malabsorpsi, adalah penyerapan nutrisi yang buruk dari saluran pencernaan ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan kekurangan gizi.
  • Parositis (gondongan/mumps), adalah suatu penyakit menular yang menyebabkan pembengkakkan kelenjar ludah (kelenjar paroid) pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah, disebabkan oleh virus Paramyxovirus.
  • Peritonitis, adalah peradangan pada peritoneum (jaringan tipis yang melapisi organ-organ yang terletak di dalam rongga perut). Peradangan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, bahan kimia iritan, dan benda asing.
  • Kolik abdomen, adalah gangguan aliran normal isi usus di sepanjang traktus intestinal, yang biasanya ditandai dengan kram dan nyeri hebat pada perut yang dapat disertai dengan mual dan muntah. Kolik abdomen disebabkan oleh peradangan.
  • Ulkus peptikum, adalah luka (peradangan kronis) pada lapisan lambung dekat duodenum (bagian teratas dari usus halus), disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.
  • Gastroenteritis (flu perut), adalah peradangan pada saluran pencernaan lambung dan usus halus yang mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan kejang perut. Gastroenteritis disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Xerostomia, adalah gejala mulut kering akibat berkurangnya produksi ludah. Berkurangnya produksi ludah terjadi akibat adanya gangguan saraf pusat, saraf kelenjar ludah, dan perubahan elektrolit ludah. Xerostomia dapat disebabkan oleh tumor otak, radang selaput otak, obat-obatan tertentu, penyakit ginjal dan kencing manis, rasa takut/cemas, serta depresi.
  • Karies gigi, adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi atau gigi menjadi berlubang. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri penghasil asam.
  • Hepatitis, adalah penyakit peradangan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, keracunan alkohol, karbon tetraklorida, atau obat penenang tertentu.

Itulah penjelasan Macam-macam Gangguan Pada Sistem Pencernaan. Semoga bermanfaat untuk Anda..

Macam-Macam Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Macam-Macam Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Bernapas merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Dalam fisiologi, pernapasan meliputi dua proses, yaitu pernapasan eksternal dan pernapasan internal. Pernapasan Eksternal adalah rangkaian proses pertukaran oksigen dengan karbon dioksida antara tubuh dengan lingkungan eksternal. Sedangkan, pernapasan internal adalah proses-proses metabolisme penggunaan oksigen serta pembentukan karbon dioksida dan air yang terjadi pada mitokondria di dalam sel (intrasel).

Berikut ini akan dibahas berbagai gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem pernapasan.

  • Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya terjadi melalui udara. Bakteri ini masuk dan terkumpul di dalam paru-paru, kemudian menyebar melalui pembuluh darah, serta menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, dan kelenjar getah bening. Pada paru-paru akan terbentuk tuberkel (koloni bakteri yang dorman/istirahat). Jika kekebalan tubuh kurang baik, tuberkel akan bertambah banyak dan membentuk ruangan di dalam paru-paru yang memproduksi dahak (Sputum).
  • Faringitis adalah peradangan pada faring dan tenggorokan yang menyebabkan rasa sakit ketika menelan makanan. Dapat disebabkan oleh infeksi virus (seperti influenza), bakteri (misalnya Streptococcus sp. dan Corynebacterium sp.), merokok, menelan racun, reaksi alergi, dan refluks asam lambung (pengaliran kembali isi lambung ke dalam kerongkongan).
  • Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, dengan gejala sakit tenggorokan, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, demam, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Pneumonia (radang paru-paru) adalah peradangan paru-paru yang dapat mengakibatkan alveolus terisi cairan yang berlebihan. Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri (misalnya Mycoplasma pneumoniae dan Streptococcus pneumoniae), virus, atau jamur (Aspergillus fumigatus dan Actinomyces israeli). Peminum alkohol dan perokok lebih rentan terhadap penyakit ini.
  • Kanker paru-paru (karsinoma pulmonar) adalah abnormalitas sel-sel yang mengalami proliferasi (pertumbuhan yang cepat) dalam paru-paru. Faktor pemicunya antara lain, merokok, terpapar karbonil nikel (pelebur nikel) dan arsenik (senyawa dalam pestisida), polusi udara, serta genetik.
  • Hiperkapnia adalah peningkatan kadar karbon dioksida dalam cairan tubuh melebihi batas normal sehingga meningkatkan respirasi, konsentrasi ion hidrogen, dan asidosis (kadar asam dalam darah berlebihan).
  • Hipoksemia adalah penurunan konsentrasi oksigen dalam darah arteri (PaO2) hingga di bawah batas normal. Hipoksemia dapat disebabkan oleh zat toksik, seperti karbon monoksida (CO) dan sianida (CN). Gas CO dapat mematikan karena daya ikat hemoglobin terhadap CO lebih besar (320 kali) dibandingkan day ikatnya terhadap oksigen.
  • Sianosis adalah keadaan ketika kulit dan membran mukosa berwarna kebiruan atau pucat karena kandungan oksigen dalam darah rendah. Sianosis dapat terjadi akibat penyakit paru-paru, kelainan jantung, dan berada di daerah geografis yang tinggi.
  • Asfiksia adalah kondisi kekurangan oksigen pada pernapasan yang dapat menyebabkan kematian sebagai akibat dari kegagalan fungsi paru-paru. Tenggelam di dalam air dan gangguan sistem saraf pusat dapat menyebabkan asfiksia. Asfiksia neonatorum adalah keadaan ketika bayi gagal bernapas secara spontan dan teratur setelah beberapa saat kelahiran.
  • Penyakit pulmonar obstruktif menahun (PPOM) adalah kelompok penyakit yang meliputi asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit industrial (asbestosis, silikosis, dan black lung).


  1. Asma, penyempitan saluran napas yang bersifat sementara, akibat hipersensitivitas terhadap rangsangan tertentu (misalnya debu, rambut binatang, asap, udara dingin, dan olahraga). Asma ditandai dengan napas yang berbunyi (bengek).
  2. Bronkitis adalah peradangan pada selaput lendir bronkus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, merokok, polusi udara, debu, asap zat kimia, dan penyakit paru-paru.
  3. Emfisema adalah kerusakan pada kantong udara (alveolus) secara bertahap, berupa lubang-lubang menganga pada dindingnya, sehingga mengurangi luas permukaan paru-paru. Emfisema dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, infeksi bakteri, dan polusi udara.


  • Dispnea (sesak napas) adalah perasaan sulit bernapas ditandai dengan napas yang pendek, karena suplai oksigen ke dalam jaringan tubuh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan.Dispnea dapat terjadi pada orang yang cemas (emosi tidak stabil), penderita kardiovaskular, asma dan penyakit paru-paru.
  • Apnea tidur adalah kesulitan bernapas pada saat tidur karena kegagalan pelepasan impuls saraf yang menjalankan pernapasan. Apnea tidur dapat terjadi karena saat otot faring melemas sewaktu tidur, otot pernapasan tidak dapat berkontraksi ketika inspirasi dan lidah terjatuh menyumbat jalan pernapasan. Gejalanya adalah mendengkur keras, nyeri kepala di pagi hari, kelelahan, dan mengantuk di siang hari.
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS, sudden infant death syndrome) adalah bentuk apnea tidur, ketika bayi yang tampak sehat secara tiba-tiba meninggal (biasanya di tempat tidur). Sering terjadi pada bayi prematur dan bayi yang tidur tertelungkup.
  • Influenza, parainfluenza (sindrom batuk pilek), flu burung, dan SARS (Severe Respiratory Syndrome). Semuanya adalah gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Influenza disebabkan oelh virus ortomiksovirus, parainfluenza disebabkan oleh parainfluenzavirus, flu burung oleh HPAIV (Highly Pathogenic Avian Influenza Virus) strain H5N1, sedangkan SARS oleh SARS coronavirus. Flu burung dan SARS dapat menyebabkan kematian.

MACAM-MACAM GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH


Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda. Disebut sebagai sistem peredaran darah tertutup karen darah mengalir di dalam pembuluh darah. Disebut juga sebagai sistem peredaran darah ganda karena dalam satu kali peredaran darah, darah dua kali melewati jantung.

Ada kalanya sistem peredaran darah bekerja tidak sesuai dengan fungsinya. Gangguan,kelainan, dan penyakit yang berkaitan dengan sistem peredaran darah dan limfa sebagai berikut:

  1. Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal. Anemia ditandai oleh hematokrit (presentase eritrosit dalam volume darah) yang rendah. Jenis anemia, antara lain: anemia pernisiosa yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin B12, anemia gizi karena kekurangan zat besi dalam makanan, dan anemia aplastik yang disebabkan olehh kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah merah.
  2. Hemofilia adalah kegagalan dalam proses pembekuan darah pada pembuluh darah yang cedera (darah sulit membeku). Hemofilia disebabkan oleh defisiensi faktor pembekuan darah. Sekitar 80% disebabkan oleh kelainan genetika (penyakit keturunan).
  3. Leukimia adalah gangguan produksi leukosit yang terlalu banyak. Leukimia dapat terjadi pada semua umur terutama anak-anak. Pada leukemia akut, kematian dapat terjadi dalam beberapa minggu. Pada leukemia kronik pasien dapat hidup beberapa tahun.
  4. Siklemia (sikle cell disease/penyakit sel sabit) adalah penyakit genetika akibat mutasi gen yang menyebabkan sel darah memiliki hemoglobin abnormal (hemoglobin S) sehingga kekurangan jumlah oksigen, dan berbentuk seperti bulan sabit. Sel sabit ini rapuh dan mudah pecah saat melewati pembuluh darah, akibatnya terjadi anemia, penyumbatan aliran darah, kerusakan organ, dan kematian.
  5. Talasemia adalah penyakit keturunan yang terjadi akibat kelainan sel darah merah. Sel darah merah berbentuk tidak normal, cepat rusak, kekurangan oksigen, dan berumur lebih pendek dari sel darah merah normal. Penderita memerlukan transfusi darah secara berulang-ulang seumur hidupnya. Penderita menjadi pucat, pusing, lemah, letih, sesak napas, sulit tidur, dan warna kulit menghitam (akibat zat besi dari sel darah yang hancur tidak dapat dikeluarkan dari tubuhnya.
  6. Hipertensi adalah tekanan darah arteri meningkat hingga di atas normal (misalnya, di atas 140 mmHg sistole/99 mmHg diastole). Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke (tersumbatnya arteri otak).
  7. Hipotensi adalah tekanan darah arteri menurun hingga di bawah normal (misalnya kurang dari 90 mmHg sistole/60 mmHg diastole). Penyebab hipotensi, yaitu kehamilan, berbaring terlalu lama karena sakit, konsumsi obat pelangsing yang berlebihan, dan dehidrasi.
  8. Arteriosklerosis adalah penyakit degeneratif arteri yang menyebabkan sumbatan bertahap sehingga mengurangi aliran darah. Dibawah  lapisan dalam arteri terdapat plak-plak lemak. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kolestrol teroksidasi, radikal bebas, tekanan darah tinggi, homosistein, bahan kimia yang dibebaskan dari sel lemaj, dan bakteri atau virus perusak dinding pembuluh darah.
  9. Trombus adalah gumpalan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di tempat terjadinya kerusakan (misalnya setelah operasi).
  10. Embolus adalah gumpalan bekuan darah yang bergerak di dalam sirkulasi dan terjepit di dalam pembuluh darah kecil.
  11. Jantung koroner adalah tersumbatnya arteri koroner sehingga aliran darah yang mencapai sel-sel otot jantung hanya berjumlah sedikit. Jantung koroner dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, makanan berkolestrol tinggi, kegemukan, diabetes mellitus, penuaan, tekanan darah tinggi, dan faktor keturunan.
  12. Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena. Biasanya pada anggota tubuh bawah (misalnya betis). Varises disebabkan oleh menurunnya elastisitas pembuluh vena (misalnya karena terlalu lama berdiri atau memakai sepatu berhak tinggi yang memaksa vena bekerja lebih berat).
  13. Hemoroid (wasir) adalah pelebaran pembuluh darah vena di sekitar anus. Penyebab wasir sebenarnya sederhana, yakni saat susah buang air besar, tetap dipaksakan mengeluarkan kotoran. Penyebab susah buang air besar ini adalah kurang minum, kurang makan serat, kurang olah raga, banyak duduk, dan mengangkat benda yang berat-berat.
  14. Limfangitis adalah akumulasi volume abnormal cairan interstisial pada ruangan di antara sel. Edema dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan filtrasi dalam kapiler (sebagai akibat gagal jantung), maupun penurunan tekanan osmosis plasma (akibat penyakit ginjal dan kekurangan protein).
  15. Infark miokard (IM), umumnya dikenal sebagai serangan jantung, terjadi ketika sekelompok otot jantung mati karena peyumbatan mendadak dari arteri koroner (trombosis koroner). Hal ini biasanya disertai dengan nyeri dada luar biasa dan sejumlah kerusakan jantung.  
Itulah penjelasan Macam-macam Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah.
Semoga bermanfaat...

Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit

Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit

Sistem ekskresi adalah proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme (metabolit) yang sudah tidak diperlukan atau berbahaya jika disimpan di dalam tubuh. Istilah ekskresi berbeda dengan sekresi dan defekasi. Sekresi adalah proses pengeluaran substansi kimiawi (misalnya enzim dan hormon) oleh sel atau kelenjar yang memiliki kegunaan tertentu. Defekasi (buang air besar) adalah proses pembuangan sisa pencernaan makanan berbentuk padat atau setengah padat.

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang beragam gangguan sistem ekskresi pada manusia. Berikut penjelasannya :

A. Gangguan Sistem Urinaria
  • Glikosuria (glukosuria) adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan terekskresi ke dalam urine.
  • Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Protein (albumin) yang tidak dapat disaring, akan keluar bersama urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
  • Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan dapat berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Kelainan metabolisme, sering menahan buang air kecil, dan kurang minum, dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Jika batu masih kecil, dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu dan teknologi sinar laser penghancur batu ginjal. Namun, jika batu sudah membesar, harus diangkat melalui proses operasi.
  • Diabetes mellitus (kencing manis), dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Diabetes mellitus tipe 1 (dimulai pada saat usia remaja), ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen (insulin produk farmasi yang disuntikkan) untuk bertahan hidup. Jumlah penderita diabetes mellitus tipe 1 sekitar 10% dari semua kasus diabetes mellitus.
  2. Diabetes mellitus tipe 2 (dimulai pada saat usia dewasa), sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel sasaran insulin, seperti sel otot rangka dan sel hati. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan gaya hidup. Sekitar 90% pengidap diabetes mellitus tipe 2 mengalami obesitas.
  • Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, yang disertai dengan rasa haus. Pengeluaran urine sekitar 20 liter per hari (30 kali dari jumlah urine normal). Penderita disarankan banyak minum, agar tidak terjadi dehidrasi. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (antidiuretic hormone)
  • Poliuria merupakan kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Pada umumnya disebabkan oleh polidipsia (rasa haus yang tidak berkesudahan) dan mengonsumsi cairan yang mengandung kafein, alkohol, atau bahan (obat-obatan) yang bersifat diuretik (mempercepat pembentukan urine).
  • Gagal ginjal (anuria) adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Anuria dapat disebabkan oleh kerusakan glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan.
  • Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.
  • Nefritis adalah radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp. yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala nefritis adalah hematuria (darah dalam urine), proteinuria (protein dalam urine), edema (pengumpulan air terutama pada kaki), dan kerusakan fungsi hati.

B. Gangguan Hati
  • Penyakit hati (liver), paling sering disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyebab disentri, cacing, plasmodium penyebab malaria, dan Toxoplasma sp.
  • Sirosis hati (cirrhosis) adalah berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga kehilangan fungsinya. Sirosis dapat disebabkan oleh minuman keras serta hepatitis B dan hepatitis C.
  • Hemokromatosis adalah kelainan secara genetika yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan pankreas.

C. Gangguan Kulit
  • Biang keringat (miliaria) adalah ruam berbentuk bintik-bintik merah yang gatal, akibat tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat yang dapat disebabkan oleh sel-sel kulit mati atau bakteri, biasanya muncul saat udara padas dan lembab.
  • Hiperhidrosis adalah keluar keringat berlebihan yang terjadi pada seluruh badan atau bagian tubuh tertentu (misalnya, telapak tangan dan kaki). Hiperhidrosis disebabkan oleh suatu penyakit atau faktor psikis.
  • Anhidrosis adalah kulit tidak dapat berkeringat. Anhidrosis disebabkan oleh luka bakar, penyakit, pengaruh obat-obatan, atau kelenjar keringat yang tidak mampu berfungsi lagi.
  • Bromhidrosis adalah keringat berbau atau bau badan, bisa disebabkan oleh bakteri atau kelenjar keringat apokrin bekerja lebih aktif.
  • Eksem (dermatitis) adalah radang kulit yang hebat, terasa gatal, kulit dapat melepuh atau bergelembung kecil (vesikel) yang akhirnya pecah mengeluarkan cairan. Eksem disebabkan oleh faktor keturunan, stres dan emosi, atau kontak dengan senyawa alergenik (misalnya, logam, zat pewarna, kosmetik, parfum, debu, dan sabun).
  • Kadas atau kurap adalah bercak-bercak kemerahan pada kulit, terkadang berbentuk bundar dan jernih di bagian tengahnya, kadas terjadi akibat infeksi jamur.
  • Kudis adalah gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
  • Athelete's foot adalah infeksi jamur di sela-sela jari kaki.
  • Vitiligo adalah gangguan pigmentasi sehingga kulit kehilangan melanin, tampak bercak-bercak putih yang bisa melebar pada kulit.
  • Jerawat adalah kulit yang meradang, pori-pori tersumbat, terkadang menimbulkan kantung nanah. Jerawat terjadi akibat infeksi bakteri, perubahan hormonal, atau kotoran.
  • Pruvitus kutanea adalah gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensoris perifer, dapat terjadi pada penderita kencing manis, penyakit kelenjar tiroid dan hati.
  • Kalvus adalah penyakit mata ikan yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dan gesekan secara terus-menerus seperti pemakaian sepatu yang terlalu sempit.

Itulah penjelasan tentang Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda...

Pengertian, Macam-macam, dan Parameter Pencemaran Lingkungan

Pengertian, Macam-macam, dan Parameter Pencemaran Lingkungan

Eksploitasi terus menerus yang berlebihan pada sumber daya alam (SDA) akan menyebabkan kerusakan ekosistem, sebagai contoh timbulnya zat sampah yang mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Apa itu pencemaran lingkungan (polusi)?

Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat-zat pencemar ke dalam lingkungan yang menyebabkan kualitas lingkungan menurun. Zat atau bahan yang dapat mencemari lingkungan disebut polutan. Suatu zat atau bahan disebut polutan apabila memenuhi syarat-syarat antara lain jumlahnya melebihi batas normal, berada pada tempat dan waktu yang tidak semestinya, merusak lingkungan, dan mengganggu kesehatan atau menyebabkan penyakit.

Berikut macam-macam pencemaran yang dibedakan menurut tempat terjadinya, bahan pencemar, dan tingkat pencemaran:

A. Pencemaran menurut Tempat Terjadinya
  • Pencemaran Air
Salah satu ciri air bersih adalah tidak tercemar. Air dikatakan tercemar apabila air itu sudah berubah, baik warna, bau, maupun rasanya. Selain itu air yang telah tercemar dapat menyebabkan kematian organisme yang hidup pada air tersebut.
Sumber-sumber pencemaran air antara lain sebagai berikut:

  1. Limbah industri berupa zat-zat buangan yang sangat berbahaya, seperti logam berat, zat-zat radioaktif, sampah, kotoran dari pengolahan hasil ternak, dan polutan panas dari air pendingin industri. Logam berat seperti Pb, Hg, dan Zn dapat terakumulasi dan bersifat racun. Contohnya kasus pencemaran air raksa (Hg) di Teluk Minamata, Jepang.
  2. Limbah rumah tangga berupa limbah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan oksigen di air berkurang, sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air. Selain itu, sisa detergen juga mencemari air.
  3. Limbah pertanian, misalnya sisa pemakaian pupuk buatan, pestisida, dan herbisida yang berlebihan. Fosfat hasil pembusukan bersama NO3 dan pupuk pertanian yang larut dalam air terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (blooming algae). Eutrofikasi menyebabkan tanaman dalam air tidak dapat berfotosintesis sehingga banyak ikan mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, juga menimbulkan pendangkalan dari sisa blooming algae yang mati dan mengendap di perairan. Zat organoklorin dari DDT dapat menyebabkan keracunan bagi biota sungai maupun hewan atau manusia yang memakan biota tersebut. Pencemaran DDT dengan kadar tinggi dapat menimbulkan kematian bagi biota sungai. Di dalam rantai makanan kadar DDT akan semakin meningkat pada tubuh organisme di setiap tingkat trofik, dan konsentrasi tertinggi berada pada puncak konsumen. Proses ini disebut biological magnification (pemekatan hayati).
  4. Limbah pertambangan berupa tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi menyebabkan banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya.
  • Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga terjadi penurunan kualitas udara sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran udara ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kerusakan ekosistem, dan perubahan iklim.
Sumber utama pencemaran udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga, dari industri. Bahan pencemar udara digolongkan menjadi partikel dan gas.

  1. Gas CO (karbon monoksida) hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Disebut sebagai gas pembunuhan karena gas ini mempunyai daya ikat terhadap hemoglobin yang jauh lebih tinggi daripada dengan oksigen sehingga mengganggu pengikatan oksigen oleh darah.
  2. Gas CO2 (karbon dioksida) hasil pembakaran bahan bakar minyak bumi, batu bara, dan pembakaran hutan. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan. Selain itu, gas CO2 yang terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat polusi CO2 disebut juga sebagai "efek rumah kaca".
  3. Gas CFC (klorofluorokarbon) mengakibatkan rusaknya lapisan ozon (O3).
  4. Gas SO2 dan NO2 yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Reaksi gas tersebut dengan uap air menyebabkan terjadinya hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan hewan dan tumbuhan mati, merusak benda-benda yang terbuat dari logam, dan bangunan-bangunan menjadi rusak.
  • Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah menyebabkan kehidupan mikroorganisme tanah mengalami gangguan, sifat kimia dan fisika tanah berubah sehingga pertumbuhan tanaman terganggu, serta keseimbangan fisiologis tanah terpengaruh dan berubah.
Sumber-sumber pencemaran tanah antara lain sebagai berikut:
  1. Limbah industri, berupa zat-zat beracun dari industri yang meresap ke dalam tanah.
  2. Limbah rumah tangga berupa kaleng, kaca, plastik, dan detergen yang bersifat nonbiodegradable (sulit diuraikan secara alami).
  3. Limbah pertanian, berupa zat kimia penyusun pestisida.
  • Pencemaran Suara
Pencemaran suara ditimbulkan oleh suara bising mesin-mesin pabrik, mesin pesawat terbang, kereta api, motor, dan mesin instalasi. Suara-suara yang berkekuatan 80 dB (desibel) sudah dapat menimbulkan kebisingan. Pencemaran suara dapat mengganggu pendengaran, meningkatkan kinerja jantung, dan menimbulkan stres.

B. Pencemaran menurut Bahan Pencemar (Polutan)
  • Pencemaran kimiawi, disebabkan oleh polutan berupa zat kimia baik organik maupun anorganik. Contohnya logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Ni), pestisida, minyak, dan detergen.
  • Pencemaran fisik, disebabkan oleh polutan berupa kaleng, botol, plastik, dan karet.
  • Pencemaran biologis, disebabkan oleh polutan berupa berbagai macam mikroorganisme penyebab penyakit, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella typhosa.

C. Pencemaran menurut Tingkat Pencemaran
  • Pencemaran ringan, apabila mengakibatkan iritasi ringan pada pancaindra dan tubuh serta mengganggu ekosistem. Contohnya gas buangan kendaraan bermotor menyebabkan mata pedih.
  • Pencemaran kronis, apabila mengakibatkan sakit kronis. Contohnya pencemaran merkuri di Minamata, Jepang menyebabkan kanker dan bayi lahir cacat/
  • Pencemaran akut, apabila polutan kadar tinggi menyebabkan kematian. Misalnya pencemaran nuklir.

Pencemaran lingkungan dapat diukur dengan parameter pencemaran lingkungan, antara lain sebagai berikut :
  • Parameter biologi, meliputi ada tidaknya mikroorganisme, misalnya E. coli, Planaria, dan Tubifex.
  • Parameter fisik, meliputi temperatur, rasa, bau, warna, kekeruhan, dan radioaktivitas.
  • Parameter kimia meliputi CO2, pH alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat.
  • Parameter biokimia meliputi BOD (Biological Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cara pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari.Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut Menteri Kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

Itulah pembahasan tentang Pengertian, Macam-macam, dan Parameter Pencemaran Lingkungan. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KESEHATAN PENYEMBUHAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN

perkembangan teknologi kesehatan penyembuhan gangguan sistem pernapasan

Berbagai gangguan pada sistem pernapasan manusia membuat perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran semakin berkembang. Berikut teknologi untuk mengatasi gangguan/kelainan pada sistem pernapasan manusia :
  • Trakeostomi adalah pembuatan lubang pada dinding anterior trakea untuk mempertahankan jalan napas agar udara dapat masuk ke paru-paru melewati jalan napas bagian atas. Trakeostomi biasanya dilakukan pada penderita difteri akut.
  • Pulmotor adalah alat yang digunakan untuk melakukan pernapasan buatan. Biasanya dilakukan pada orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan karena tenggelam dan shock karena sengatan listrik.
  • Terapi oksigen adalah pemberian oksigen dengan menggunakan peralatan emergency oxygen, yang dapat diberikan melalui kanula hidung atau masker wajah yang ketat.
  • Terapi oksigen hiperbarik (HBOT= Hyperbaric Oxygen Therapy) adalah proses pemberian oksigen 100% kepada pasien di dalam ruangan hiperbarik yang bertekanan lebih tinggi dari udara atmosfer normal (1 atm = 760 mmHg). Terapi oksigen hiperbarik dilakukan untuk membantu proses penyembuhan luka maupun proses anti penuaan (peremajaan jaringan tubuh).

Itulah penjelasan Perkembangan Teknologi Kesehatan Penanganan Gangguan Sistem Pernapasan.
Semoga bermanfaat...

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA PENYEMBUHAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

perkembangan teknologi pada penyembuhan gangguan sistem pencernaan

Berbagai macam gangguan dalam sistem pencernaan makanan membuat teknologi kesehatan dan kedokteran semakin berkembang. Berikut peralatan untuk memeriksa dan menangani gangguan sistem pencernaan makanan :
  1. Feeding tube yaitu alat berupa selang untuk memberi makan pasien melalui hidung.
  2. Stomach tube yaitu alat berbentuk selang yang digunakan untuk mencuci perut, memberi obat-obatan, atau untuk mengambil getah lambung.
  3. Rectal tube yaitu alat untuk membersihkan atau mengeluarkan gas-gas dalam lambung.
  4. Endoskop yaitu perangkat alat berupa selang panjang fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan alat-alat medis lainnya yang terhubung dengan layar komputer. Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh untuk keperluan diagnosis, mengambil jaringan, pemberian obat, serta untuk memasukkan atau mengisap cairan. Sesuai dengan kegunaannya, endoskop dapat dibedakan beberapa macama, antara lain :
  • Gastroscope adalah endoskop khusus untuk memeriksa bagian organ dalam perut.
  • Sigmoidoscope adalah endoskop untuk memeriksa rongga belokan berbentuk S antara rektum dengan kolon yang menurun. 
  • Duodenoscope adalah endoskop untuk memeriksa bagian duodenum (usus dua belas jari).
  • Colonoscope adalah endoskop untuk memeriksa bagian kolon (usus besar).
  • Anoscope adalah endoskop untuk memeriksa rongga saluran antara anus dan rektum (anorektal).
  • Protoscope adalah endoskop untuk memeriksa bagian anus/dubur.
Itulah penjelasan Perkembangan Teknologi Pada Penyembuhan Gangguan Sistem Pencernaan.
Semoga bermanfaat...
 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA PENYEMBUHAN GANGGUAN SISTEM GERAK

perkembangan teknologi pada penyembuhan gangguan sistem gerak

Berikut ini ulasan perkembangan teknologi pada penyembuhan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem gerak manusia :

A. Penyembuhan pada patah tulang
  1. Pemasangan gips, yaitu bahan kapur yang diletakkan di sekitar tulang yang patah.
  2. Pembidaian, yaitu dengan menempatkan benda keras di sekeliling tulang yang patah.
  3. Pembedahan internal, yaitu pembedahan untuk menempatkan batang logam atau piringan pada tulang yang patah.
  4. Penarikan (traksi), yaitu menggunakan beban untuk menahan anggota gerak yang mengalami deformitas (perubahan/pergeseran bentuk) dan mempercepat penyembuhan.

B. Penyembuhan kanker/tumor tulang
  1. Kemoterapi, biasanya menggunakan obat-obatan yang sangat kuat untuk mencoba membunuh sel kanker. Akan tetapi, proses ini menyebabkan beberapa sel-sel normal juga mati.
  2. Radioterapi, yaitu pengobatan kanker dengan menggunakan sinar radioaktif seperti sinar X, elektron, sinar gamma, atau partikel lain.
  3. Operasi, bertujuan untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang. Ada dua jenis operasi yaitu:
  • a. Limb salvage, yaitu mengganti tulang yang terkena tumor ganas dengan implan atau cangkok tulang dari pasien lain yang baru saja meninggal dunia. Tulang yang terkena tumor pada stadium dini dapat pula dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi. 
  • b. Limb ablation, yaitu mengamputasi tulang yang terkena tumor ganas.

C. Penggantian sendi
Penggantian sendi dilakukan dengan cara pembedahan untuk mengganti sendi yang rusak dengan logam. Bonggol sendi diganti dengan logam campuran (misalnya campuran titanium) dan cawan sendi diganti dengan mangkuk polietilena (misalnya plastik) yang kerapatannya tinggi. Kedua sisi direkatkan dengan senyawa metal metakrilat berpori yang memungkinkan fisiologi tulang tetap berjalan normal.

D. Transplantasi sumsum
Yaitu sumsum merah dari seseorang ditransplantasikan kepada orang lain. Dalam hal ini, diperlukan teknik khusus untuk memindahkan sumsum dari donor yang sehat dan menyuntikannya ke resipien tanpa merusaknya karena sumsum sangat lunak.

E. Penanggulangan skoliosis kongenitalis
Skoliosis kongenitalis adalah suatu kalainan pada lengkung tulang belakang bayi yang baru lahir. Skoliosis ini dapat menyebabkan kelainan bentuk yang serius pada anak yang sedang tumbuh. Cara penanganannya dengan tindakan pengobatan dengan memasang penyangga (brace) sedini mungkin. Jika keadaan semakin memburuk maka perlu dilakukan pembedahan.

F. Implan
Adalah pemasangan suatu material dari benda rigid atau kaku (misalnya titanium) pada tulang belakang yang mengalami gangguan.

G. Tangan bionik
Adalah tangan buatan yang fungsional sehingga dapat digunakan untuk memegang benda dan melakukan gerakan kombinasi tangan misalnya mengetik.

H. Kaki bionik
Adalah kaki buatan yang dilengkapi dengan perangkat bluetooth. Chip komputer ditanamkan pada setiap kaki untuk mengirimkan sinyal ke motor di kedua sendi buatan sehingga lutut dan mata kaki dapat berpindah dan melakukan gerakan yang terkoordinasi misalnya berdiri, berjalan, dan mendaki. Kaki bionik ini menggunakan energi dari baterai.

I. Kursi Roda
Adalah alat bantu yang digunakan oleh orang yang mengalami kesulitan barjalan. Alat ini dapat digerakkan dengan didorong oleh pihak lain, digerakkan dengan menggunakan tangan, atau dengan menggunakan mesin otomatis.

J. Penanggulangan kaki O
Dapat dilakukan dengan pemakaian sepatu khusus yang harus selalu dipakai.

K. Viskosuplementasi
Adalah menyutikkan asam hiauronat ke celah-celah sendi untuk memperbaiki gizi dan pelumasan

L. Pencangkokan tulang rawan
Adalah teknik menanam tulang rawan pasien dan memindahkan jaringan tersebut ke area yang rusak, misalnya pada sendi lutut.

Itulah penjelasan Perkembangan Teknologi Pada Penyembuhan Gangguan Sistem Gerak.
Semoga dapat bermanfaat untuk Anda...


MACAM-MACAM GANGGUAN PADA TULANG, SENDI DAN OTOT

macam-macam gangguan pada tulang, sendi dan otot

Gangguan sistem gerak dapat terjadi pada tulang, persendian, maupun otot. Penyebabnya bermacam-macam, karena infeksi mikroorganisme, kerusakan fisik akibat kecelakaan, kekurangan garam mineral dan vitamin, gangguan fisiologis, beban aktivitas yang berlebihan, atau kesalahan sikap tubuh.

A. Gangguan pada Tulang

1. Fraktur adalah patah tulang, terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang. Jenis dan parahnya patah tulang dipengaruhi oleh usia penderita, keleturan tulang, jenis tulang, dan seberapa besar kekuatan yang melawan tulang.

  • Fraktur simpleks (sederhana/tertutup), yaitu tulang yang patah tidak tampak dari luar.    
  • Fraktur kompleks (majemuk/terbuka), yaitu tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan.
  • Fraktur avulsi, yaitu patah tulang yang disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon melekat. Sering terjadi pada bahu dan lutut.
  • Fraktur patologis, yaitu terjadi jika tumor atau kanker telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.
  • Patah tulang kompresi (penekanan), yaitu disebabkan oleh tekanan suatu tulang terhadap tulang lainnya. Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya rapuh karena osteoporosis.
  • Fraktur karena tergilas, menyebabkan retakan atau pecahan tulang.

2. Gangguan tulang belakang merupakan akibat dari distrofi otot, sindrom Marfan, sindrom down, sikap tubuh yang buruk, atau penyakit lainnya.

  • Kifosis adalah bentuk tulang belakang melengkung ke arah luar tubuh atau ke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bengkok.
  • Lordosis adalah tulang belakang bagian lumbat (pinggang) melengkung ke arah dalam tubuh atau ke depan.
  • Skoliosis adalah tulang belakang melengkung ke samping kiri atau ke samping kanan yang membuat penderita bungkuk ke samping.
  • Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang bagian leher yang menyebabkan kepala berubah ke arah kiri atau kanan.

3. Gangguan fisiologis tulang, antara lain:

  • Osteoporosis adalah tulang rapuh, keropos dan mudah patah. Osteoporosis terjadi akibat berkurangnya hormon testosteron pada laki-laki atau hormon estrogen pada wanita. Osteoporosis juga disebabkan oleh kurangnya asupan kalsium.
  • Rakitis adalah pelunakan tulang pada anak-anak karena kekurangan atau gangguan metabolisme vitamin D, magnesium, fosfor, dan kalsium. Rakitis berpotensi menyebabkan tulang kaki menjadi bengkok membentuk huruf O atau X.
  • Mikrosefalus adalah kelainan pertumbuhan tengkorak sehingga kepala berukuran lebih kecil dari ukuran normal. Mikrosefalus terjadi akibat kegagalan pertumbuhan otak saat bayi setelah terkena infeksi, misalnya meningitis.
  • Hidrosefalus (kepala air) adalah gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) yang menyebabkan pelebaran rongga tempurung otak, sehingga kepala membesar.
  • Layu (semu) yaitu tulang tidak bertenaga akibat infeksi, misalnya infeksi sifilis.


B. Gangguan pada Sendi
  • Terkilir atau keseleo (sprain) adalah gangguan sendi akibat gerakan yang tidak biasa, dipaksakan, atau bergerak secara tiba-tiba. Terkilir dapat menyebabkan memar, bengkak, dan rasa sakit.
  • Dislokasi adalah pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi normal.
  • Osteoartritis adalah kerusakan dan keausan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi. Penyebab osteoartritis adalah proses penuaan, cedera, kelemahan tulang, atau penggunaan sendi yang terlalu berat.
  • Ankilosis adalah sendi tidak dapat digerakkan dan ujung-ujung antartulang terasa bersatu.
  • Urai sendi adalah robeknya selaput sendi yang diikuti oleh terlepasnya ujung tulang sendi.
  • Artritis adalah peradangan pada sendi, yang disertai bengkak, kaku, keterbatasan bergerak, dan rasa sakit. 

C. Gangguan pada otot
  • Hipertrofi adalah gangguan akibat otot yang berkembang menjadi lebih besar. Hipertrofi dapat disebabkan oleh aktivitas otot yang kuat, berulang-ulang dan terus-menerus, serta nutrisi yang banyak. Terjadi pada orang yang sering berolahraga atau bekerja keras.
  • Atrofi adalah gangguan akibat otot yang mengecil. Atrofi dapat terjadi jika otot tidak digunakan atau tidak digerakkan, misalnya karena kelumpuhan, pemasangan gips,  atau penyakit poliomielitis.
  • Distrofi otot adalah penurunan kemampuan otot karena kelainan genetik.
  • Tetanus adalah penyakit kejang otot, otot berkontraksi terus menerus hingga tidak mampu lagi berkontraksi, dapat disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani.
  • Kram adalah keadaan saat otot tiba-tiba terasa tegang, sulit digerakkan dan disertai rasa nyeri. Kram terjadi karena tidak melakukan pemanasan dengan benar sebelum berolahraga, kurang lancarnya aliran darah pada bagian tubuh tertentu, kondisi udara dingin, ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh terutama natrium dan kalium, serta kekurangan vitamin tiamin (B1), asam pantotenat (B5), dan piridoksin (B6).
  • Miastenia gravis adalah ketidakmampuan otot berkontraksi sehingga penderita mengalami kelumpuhan. Merupakan penyakit autoimun (sistem kekebalan tubuh kacau dan menyerang tubuh sendiri). Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan kelenjar timus. Miastenia gravis lebih sering terjadi pada wanita, dan biasanya mulai timbul pada usia 20-40 tahun.
  • Otot robek adalah robeknya serabut otot yang berakibat bengkak, rasa nyeri, dan pendarahan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba ketika berolahraga sehingga menyebabkan luka.
  • Otot terkilir (strain) adalah robeknya bagian tendon karena teregang melebihi batas normal. Otot terkilir disebabkan oelh pembebanan secara tiba-tiba pada otot.

Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine

LAPORAN PRAKTIKUM
UJI KANDUNGAN URINE

I.                   Tujuan
Mengamati karakteristik urine, kandungan klorida, kandungan protein, kandungan glukosa, dan kandungan amonia.

II.                Waktu dan Tempat
Waktu       : 08.30-10.00 WIB
Tanggal     : 17 Februari 2015
Tempat      : Labolatorium biologi SMA 6 Semarang

III.             Landasan Teori
A. Struktur Ginjal

            Ginjal terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar (korteks) yang mengandung jutaan alat penyaring (nefron). Setiap nefron terdiri atas badan malpighi (renal cospuscle), tubulus kontortus proksimal, bagian tebal dan bagian tipis lengkung henle, tubulus kontortus distal.
Badan malpighi terdiri atas berkas kapiler yang disebut glumerulus yang dikelilingi kapsul Bowman. Lembaran dalam yang menutupi kapiler glomerulus dinamakan lapisan viseral, lembaran luar membentuk batas luar tebal malpighi disebut lapissan parietal kapsula Bowmann yang dilapisi sel epitel pipih. Antara dua lapisan terdapat ruang kapsula yang menerima filtrat. Setiap badan malpighi mempunyai kutub vaskuler tempat arteri aferen masuk dan arteri eferen keluar meninggalkan glomerulus, dan kutub urinarius, tempat tubulus proksimalis dimulai. Lapisan parietal yang berdinding selapis sel epitel pipih begitu sampai di kutub urinaria epitel berubah menjadi epitel kubus. Lapisan viseral mengalami modivikasi selama perkembangan embrional. Sel-sel lapisan internal dinamakan podosid, mempunyai badan sel dimana muncul beberapa tonjolan primer. Setiap tonjolan primer mempunyai banyak tonjolan sekunder yang menutupi kapiler glomerulus. Tonjolan sekunder ini saling bertautan, membatasi ruang yang membentuk celah filtrasi.

            Antara sel-sel endotel kapiler dan podosid yang berlubang-lubang merupakan lapisan basalis. Membran ini merupakan struktur struktur kontinyu yang memisahkan darah kapiler dari ruang kapsular. Di samping se endotel dan podosid, kapiler glomerulus mempunyai sel mesangial. Sel mesangial ini bersifat kontraktil dan memainkan peranan dalam regulasi filtrasi glumerulus, juga mensekresi berbagai senyawa, mengambil kompleks imun dan terlibat dalam produksi penyakit glomerulus, juga bekerja sebagai makrofag dan berperan membersihkan lamina basalis dari zat-zat tertentu yang tertimbun dalam matrik selama filtrasi.
            Tubulus kontortus proksimal manusia panjangnya + 15mm, dengan diameter 55µm. Dindingnya dibentuk oleh selapis sel tunggal kuboid yang saling menjalin satu dengan yang lain dan disatukan oleh tautan kedap apikal. Pada apeks sel yang menghadap ke lumen tubulus terdapat banyak mikrovili yang panjangnya 1µm , bentukan ini dinamakan brush border (batas sikat) yang berfungsi membantu absorpsi zat-zat (peptida, glukosa) yang keluar dari darah selama filtrasi.
Tubulus proksimal berakhir dengan segmen tipis pars desenden lengkung henle yang mempunyai epitel sel pipih yang tipis. Segmen tipis ini berakhir dalam segmen tebal pars asenden yang sel-selnya berbentuk kuboid yang banyak mengandung mitokondria. Pars asenden tebal lengkung henle mencapai glomerulus dan tubulus berdekatan dengan arteriol aferen dan eferen, dimana dinding arteriol aferen mengandung sel jukstaglomerulus (penskresi renin). Pada titik ini epitel tubulus dimodifikasi membentuk makula densa. Sel jukstaglomerulus, makula densa dan sel lapis bergrandula bersama-sama dikenal sebagai aparatus jukstaglomerulus.
            Tubulus kontortus distal, epitel kuboidnya lebih rendah daripada tubulus proksimal, mempunyai mikrovili sedikit. Tubulus distal bersatu membentuk tubulus koligen yang berjalan melewati korteks dan medula renalis yang akan bermuara di pelvis renalis pada apeks piramid medula.

B. Proses pembentukan urin
1. Filtrasi (penyaringan)
Proses filtrasi terjadi di kapsul Bowman dan glomerulus. Dinding luar kapsul Bowman tersusun dari satu lapis sel epitel pipih. Antara dinding luar dan dinding dalam terdapat ruang kapsul yang berhubungan dengan lumen tubulus kontortus proksimal. Dinding dalam kapsul Bowman tersusun dari sel-sel khusus (prodosit).
Proses filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan hidrostatik (tekanan darah) dan tekanan onkotik (tekanan osmotik plasma), dimulai ketika darah masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi sehingga mendorong air dan komponen-komponen yang tidak dapat larut melewati pori-pori endotelium kapiler, glomerulus, kemudian menuju membran dasar, dan melewati lempeng filtrasi, lalu masuk ke dalam ruang kapsul Bowman.
2. Reabsorpsi (penyerapan)
Proses reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dan sebagian tubulus kontortus distal.reabsorpsi dilakukan oleh sel-sel epitel di seluruh tubulus ginjal. Banyaknya zat yang direabsorpsi tergantung kebutuhan tubuh saat itu. Zat-zat yang direabsorpsi adalah air, glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca2+, Cl-, HCO3-, HbO42-, dan sebagian urea.
            Reabsorpsi terjadi secara transpor aktif dan transpor pasif. Glukosa dan asam amino direabsorpsi secara transpor aktif di tubulus proksimal. Reabsorpsi Na+, HCO3- dan H2O terjadi di tubulus kontortus distal.Proses reabsorpsi dimulai ketika urin primer (bersifat hipotonis dibanding plasma darah) masuk ke tubulus kontortus proksimal. Kemudian terjadi reabsorpsi glukosa dan 67% ion Na+, selain itu juga terjadi reabsorpsi air dan ion Cl- secara pasif. Bersamaan dengan itu, filtrat menuju lengkung henle. Filtrat ini telah berkurang volumenya dan bersifat isotonis dibandingkan cairan pada jaringan di sekitar tubulus kontortus proksimal. Pada lengkung henle terjadi sekresi aktif ion Cl- ke jaringan di sekitarnya. Reabsorpsi dilanjutkan di tubulus kontortus distal. Pada tubulus ini terjadi reabsopsi Na+ dan air di bawah kontrol ADH (hormon antidiuretik). Di samping reabsorpsi, di tubulus ini juga terjadi sekresi H+, NH4+,  urea, kreatinin, dan obat-obatan yang ada pada urin.
            Hasil reabsorpsi ini berupa urin skunder yang memiliki kandungan air, garam, urea dan pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

3. Augmentasi (pengumpulan)
Urin sekunder dari tubulus distal akan turun menuju tubulus pengumpul. Pada tubulus pengumpul ini masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl-, dan urea sehingga terbentuklah urin sesungguhnya. Dari tubulus pengumpul, urin dibawa ke pelvis renalis, urin mengalir melalui ureter menuju vesika urinaria (kantong kemih) yang merupakan tempat penimpanan sementara urin.
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.
Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.
Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril
Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat.
  Volume urine yang dikeluarkan antara lain tergantung pada hal-hal berikut:
  ·  Jumlah air yang diminum.
  ·  Jumlah garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan osmosis tetap.
 · Hormon antidiuretik (Anti Diuretic Hormone = ADH) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis di bagian belakang otak.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru/segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5 urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.

Volume urin normal per hari adalah 900 – 1200 ml, volume tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya suhu, zat-zat diuretika (teh, alcohol, dan kopi), jumlah air minum, hormon ADH, dan emosi.
Interpretasi warna urin dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam seseorang.
a. Keruh.Kekeruhan pada urin disebabkan adanya partikel padat pada urin seperti bakteri, sel epithel, lemak, atau Kristal-kristal mineral.
b. Pink, merah muda dan merah. Warna urin seperti ini biasanya disebabkan oleh efek samping obat-obatan dan makanan tertentu seperti bluberi dan gula-gula, warna ini juga bisa digunakan sebagai tanda adanya perdarahan di system urinaria, seperti kanker ginjal, batu ginjal, infeksi ginjal, atau pembengkakkan kelenjar prostat.
c. Coklat muda seperti warna air teh, warna ini merupakan indicator adanya kerusakan atau gangguan hati seperti hepatitis atau serosis.
d. Kuning gelap, Warna ini disebabkan banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks yang banyak terdapat dalam minuman berenergi.
Pada umumnya, urine normal berwarna bening. Akan tetapi warna urinedapat juga berubah-ubah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan warnaurine. Faktor yang terpenting adalah kadar air dalam tubuh kita. Bila warna urine berubah menjadi kuning muda ataupun kuning tua itu artinya tubuh kita sudah mulaikurang cairan, mungkin asupan yang kurangan atau aktivitas yang banyak karenacairan tubuh kita paling banyak dikeluarkan melalui urine dan keringat.
Untuk mencegah supaya warna urine tidak kuning adalah dengan meminumair putih minimal 8 gelas sehari, ukuran itu disesuaikan dengan aktivitas kita sehari-hari. Jika memang aktivitas kita ekstra maka kebutuhan cairan kita juga ekstrasehingga kita harus meminum air lebih dari biasanya. Perubahan warna urine bisadijadikan paramater bahwa tubuh kita perlu asupan air. Berikut adalah tingkatanwarna urine beserta penjelasannya.

C. Sifat-sifat urine
Urine memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1. Volume urin normal orang dewasa 600 – 2500 ml/hari, ini tergantung pada masukan air, suhu luar, makanan dan keadaan mental/fisik individu. Produk akhir nitrogen dan kopi, teh, alkohol mempunyai efek diuresis.
2. Berat jenis berkisar antara 1,003 – 1,030.
3. Reaksi urin biasanya asam dengan pH kurang dari 6 (bekisar 4,7-8). Bila masukan protein tinggi, urin menjadi asam sebab fosfat dan sulfat berlebihan dari hasil katabolisme protein. Keasaman meningkat pada asidosis dan demam. Urin menjadi alkali karena perubahan urea menjadi amonia dan kehilangan CO2 di udara. Urin menjadi alkali pada alkaliosis seperti setelah banyak muntah.
4. Warna urin normal adalah kuning pucat atau ambar. Pigmen utamanya urokrom, sedikit urolobin dan hematopofirin. Pada keadaan demam, urin berwarna kuning tua atau kecoklatan, pada penyakit hati pigmen empedu mewarnai urin menjadi hijau, coklat, atau kuning tua. Darah (hemoglobin) memberi warna seperti asap sampai merah pada urin. Urin sangat asam mengendapakan garam-garam asam urat dengan warna dadu.
5. Urin segar beraroma sesuai dengan zat-zat yang dimakan.

D. Unsur-unsur dalam urin
1. Unsur-unsur normal dalam urine.

a.      Urea (25-30 gram) merupakan hasil akhir dari metabolisme protein pada mamalia. 
b.  Amonia, pada keadaan normal terdapat sedikit dalam urin segar. Pada penderita diabetes millitus, kandungan amonia dalam urinnya sangat tinggi.
c.      Kreatinin dan kreatin (kreatinin : produk pemecahan kreatin), normalnya 20-26 mg/kg pada laki-laki, dan 14-22 mg/kg pada perempuan.
d.     Asam urat, adalah hasil akhir terpenting oksidasi purin dalam tubuh. Asam urat sangat sukar larut dalam air, tetapi mengendap membentuk garam-garam yang larut dengan alkali. Pengeluaran asam urat meningkat pada penderita leukimia, penyakit hati berat.
e.  Asam amino: hanya sedikit dalam urin. Pada penderita penyakit hati yang lanjut karena keracunan, maka jumlah asam amino yang diekskresikan meningkat.
f.       Klorida (terutama NaCl), pengeluarannya tergantung dari masukan.
g.     Sulfur, berasal dari protein yang mengandung sulfur pada makanan.
h.     Fosfat di urin adalah gabungan dari natrium dan kalium fosfat, berasal dari makanan yang mengandung protein berikatan denagn fosfat.
i.       Oksalat dalam urin rendah. Pada penderita hiperoksaluria jumlah oksalat relatif tinggi.
j.       Mineral: Na, Ca, K, Mg ada sedikit dalam urin.
k.     Vitamin, hormon dan enzim dalam urin sedikit.
2. Unsur abnormal dalam urine.
            Protein: Proteinuria (albuminuria) yaitu adanya albumin dan globulin dalam urin dengan konsentrasi abnormal. Proteinuria fisiologis terdapat + 0.5% protein, ini dapat terjadi setelah latihan berat, setelah makan banyak protein, atau sebagai akibat dari gangguan sementara pada sirkulasi ginjal bila seseorang berdiri tegak. Kasus kehamilan disertai Proteinuria sebesar 30-35%. Proteinuria patologis, disebabkan karena adanya kelainan dari organ ginjal karena sakit. Misalnya nefrosklerosis suatu bentuk vaskuler penyakit ginjal, dihubungkan dengan hipertensi arterial. Proteinuria pada penyakit ini meningkat dengan makin beratnya kerusakan ginjal. Proteinuria dapat juga terjadi karena keracunan tubulus ginjal oleh logam-logam berat (raksa(Hg), arsen(As), bimut(Bi)).
           Glukosa: glukosuria tidak tetap dapat ditemukan setelah stress emosi (pertandingan atletik yang menegangkan), 15% kasus glikosuria tidak karena diabetes. Galaktosuria dan laktosuria dapat terjadi pada ibu selama kehamilan, laktasi maupun menyapih. Pentosuria terjadi sementara sesudah makan makanan yang mengandung gula pentosa. Benda-benda keton dapat terjadi pada saat kelaparan, diabetes, kehamilan, anestesia eter. Terdapat bilirubin, dan adanya kandungan darah karena kerusakan pada ginjal.

E. Gangguan Pada Ginjal
Beberapa kelainan dan gangguan fungsi ginjal adalah sebagai berikut.
1. Nefritis

   Nefritis : kerusakan pada glumerulus akibat alergi racun kuman, biasanya disebabkan oleh bakteri Steptococcus. Nefritis mengakibatkan seseorang menderita Uremia dan oedema. Uremia: masuknya kembali asam urin dan urea ke pembuluh darah. Oedema adalah penimbunan air di kaki karena reabsorpsi air terganggu.
2. Batu ginjal
   Batu ginjal terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kantong kemih. Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak larut. Kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Endapan garam ini terbentuk jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air.
3. Albuminuria
    Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin dalam urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium. Selain itu dapat juga disebabkan oleh iritasi sel-sel ginjal karena masuknya substansi seperti racun bakteri, eter, atau logam berat.
4. Glikosuria
            Glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urin. Adanya glukosa dalam urin menunjukkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.
5. Hematuria

  Hematuria adalah ditemukannya sel darah merah dalam urin. Hematuria disebabkan peradangan pada organ urinaria atau iritasi akibat gesekan pada batu ginjal
6. Ketosis
            Ketosis adalah ditemukannya senyawa keton di dalam darah. Hal ini dapat terjadi pada orang yang melakukan diet karbohidrat.
7. Diabetes Militus

            Diabetes militus adalah penyakit yang disebabkan pankreas tidak menghasilkan atau hanya menghasilkan sedikit insulin. Insulis : hormon yang mampu mengubah glukosa menjadi glikogen sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Selain itu, Insulis juga membantu jaringan tubuh menyerap glukosa sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi. Diabetes militus juga dapat terjadi jika sel-sel di hati, otot, dan lemak memiliki respons rendah terhadap insulin. Kadar glukosa di urin penderita diabetes militus sangat tinggi. Ini menyebabkan sering buang air kecil, cepat haus dan lapar, serta menimbulkan masalah pada metabolisme lemak dan protein.
8. Diabetes Insipidus
            Diabetes Insipidus adalah penyakit yang menyebabkan penderita mengeluarkan urin terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormon ADH (dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian belakang). Jika kekurangan ADH, jumlah urin dapat naik 20-30 kali lipat dari keadaan normal.

IV.             Alat dan Bahan
Alat
v  Tabung reaksi
v  Rak tabung reaksi
v  Penjepit tabung reaksi
v  Gelas ukur 100 ml
v  Indikator universal
v  Pembakar spiritus
v  Pipet tetes
v  Korek api

Bahan
v  Urine
v  Larutan benedit
v  Larutan biuret
v  Larutan AgNO3

V. Cara Kerja
-    Kegiatan 1,
Mengetahui bau amoniak dari hasil penguraian urea dalam urin
1.      Memasukkan 1 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menjepit dengan penjepit tabung reaksi
3.      Memanaskan sampai mendidih dengan lampu spiritus
4.      Mengetahui baunya

·      Kegiatan 2,
Mengenal kandungan klorida dalam urin
1.      Memasukkan 2 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menambahkan 5 tetes larutan AgNO3
3.      Mengetahui perubahan setelah nya
4.      Memberikan alasan kenapa bisa terjadi

·      Kegiatan 3,
Uji protein
Mengetahui ada tidaknya kandungan protein dalam urine
1.      Memasukkan 2 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menambahkan 5 tetes larutan biuret, dan membiarkan selama 5 menit
3.      Mengamati perubahan warna yang terjadi
4.      Menyimpulkan tentang urin yang telah di uji

·      Kegiatan 4,
Uji glukosa
Mengetahui ada tidaknya kandungan glukosa dalam urine
1.      Memasukkan 2 ml urin kedalam tabung reaksi
2.      Menambahkan 5 tetes larutan benedict
3.      Menjepit dengan penjepit, kemudian memanaskan dengan lampu spritus
4.      Mencatat perubahan warna yang terjadi
5.      Menyimpulkan tentang urin yang telah di uji.

-   Kegiatan 5
Uji pH
Mengetahui kandungan pH dalam urine
1. Sediakanlah 1-2 ml urine dan masukkan ke dalam tabung reaksi
2. Uji pH urine dengan menggunakan kertas indikator universal
3. Kemudian cocokkan warnanya dengan standar pH dan catatlah hasilnya.

VI.             Hasil Pengamatan

No
Uji urine
Hasil
Keterangan
1
Sifat fisik urine 
     -      Berwarna kuning pucat
     -      Berbau pesing
     -      Tidak terdapat endapan
Normal
2
Uji pH
pH = 6
Normal
3
Uji Kehamilan
Negatif
Tidak hamil
Tabel hasil pengamatan
No
Jenis Uji Urine
Perubahan Warna
Keadaan larutan
Keterangan
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
1
Uji Amonia
Kuning
kuning
Tidak terjadi endapan
Tidak ada endapan, berbau Pesing
Mengandung amonia
2
Uji Klorida
Kuning
putih
Tidak terjadi endapan
Terjadi endapan putih tipis
Normal/mengandung klor dalam jumlah yang normal
3
Uji Protein
Kuning
Biru
Tidak terjadi endapan
Tidak terjadi endapan
Normal/Tidak mengandung protein
4
Uji Glukosa
Kuning
Biru
Tidak terjadi endapan
Tidak terjadi endapan
Normal/Tidak mengandung glukosa

VII.          Pembahasan
            Ada beberapa jenis kandungan yang telah di uji, yaitu uji amonia, uji klorida, uji protein dan uji glukosa,
     Sifat fisik urine yang diamati yaitu kuning pucat, berbau pesing dan tidak terdapat endapan. Ini menunjukkan bahwa urine tersebut secara fisik normal.
        Menguji kadar pH dalam urine dengan menggunakan indikator universal. Setelah urine dimasukkan dalam urine kemudian warnanya dicocokan dengan standar pH, menunjukkan bahwa urine tersebut memiliki pH 6. Berarti urine yang diuji tersebut memiliki pH yang normal karena pH urine tersebut berada antara 4,7-8
         Menguji bau amoniak dari hasil penguraian urea dalam urin. Yaitu dengan memanaskan terlebih dahulu sampai mendidih kemudian diketahui bagaimana baunya, ternyata setelah dilakukan uji, urin tersebut berbau pesing, hal ini dikarenakan billirubin dan billiverdin  bekerja. Amonia terdapat di dalam urin karena berasal dari deaminasi asam amino yang terjadi terutama di dalam hati, tetapi di dalam ginjal juga terjadi pula proses deaminasi amonia (NH3) dapat juga berasal dari pembongkaran protein dan berbahaya bagi sel. Oleh karena itu ammonia harus dikeluarkan dari tubuh namun sebelum dikeluarkan harus dirombak dahulu menjadi urea.
        Menguji kandungan protein dalam urin, dengan menggunakan larutan biuret 5 tetes dan membiarkan selama 5 menit, semula warna pada urin yaitu kuning setelah di beri biuret dan di biarkan selama 5 menit ternyata perubahan warna yang terjadi yaitu biru dan tidak terjadi endapan , berarti dapat diketahui bahwa urine tersebut tidak mengandung protein. Hal tersebut menunjukkan bahwa ginjal dalam keadaan baik sehingga dapat mernyaring protein (albumin) dalam urine. Apabila terbentuk cincin putih dalam tabung reaksi menandakan terdapat kerusakan pada glomerulus ginjal sehingga tidak dapat menyaring protein dalam urine. Atau kerusakan pada membran kapsul endothelium/karena iritasi sel-sel ginjal akibat masuknya substansi seperti racun, bakteri, eter, atau logam berat
        Kemudian yaitu menguji kandungan glukosa dalam urin, dengan menambahkan 5 tetes larutan benedict dan memanaskan hingga mendidih, warna mula-mula pada urin yaitu kuning dan setelah di panaskan warna urin berubah menjadi biru, dan tidak terjadi endapan dalam urine tersebut, dari hal itu dapat diketahui bahwa urin tersebut tidak mengandung glukosa
        Dan uji yang terakhir yaitu menguji kandunga klorida dalam urin, dilakukan dengan menambahkan 5 tetes larutan AgNO3 , kemudian melihat hasilnya, dan hasil yang diperoleh yaitu bahwa warna urin berubah dari kuning menjadi putih, disebabkan karena urin tersebut mengandung garam. Dan terjadi endapan putih tipis, endapan itu adalah endapan AgCl yang terbentuk dari reaksi:
AgNO3 + Cl- → AgCl + NO3-
Adanya kandungan klorida dalam urin berasal dari garam-garam yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan misalnya NaCl yang kemudian dalam cairan tubuh akan terurai menjadi ion-ion. Klorida akan selalu ada di dalam urin seseorang, hal ini karena pada filtrasi molekul-molekulkecil seperti glukosa dan garam mineral direabsorpsi melalui transport aktif. Kelebihan NaCl yang dihasilkan dari proses augmentasi dikeluarkan lewat urine dalam bentuk ion Cl 

Pertanyaan
1.      Mengapa sifat-sifat fisik urine seperti warna, kekeruhan dan pH, berbeda-beda pada setiap orang? Jelaskan!
2.      Berdasarkan data pengamatan Anda, adakah urine yang memiliki sifat fisik abnormal ? Jika ada, jelaskan !
3.      Mengapa pada urine normal mengandung sedikit klorida ? Apakah peranan klorida di dalam tubuh ?
4.      Berdasarkan data hasil uji urine dengan menggunakan larutan biuret, adakah sampel urine yang mengandung protein ? Jelaskan !
5.      Jenis penyakit apakah yang menyebabkan urine mengandung protein dengan jumlah melebihi batas normal ?
6.      Berdasarkan data hasil uji glukosa, adakah teman Anda yang berindikasi diabetes mellitus ? Jika ada, jelaskan !
7.      Apakah saran-saran Anda terhadap teman yang berindikasi diabetes mellitus ?
8.      Jelaskan cara-cara untuk menjaga kesehatan ginjal !

Jawaban
1.    Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu jenis makanan yang dikonsumsi, obat-obatan yang dikonsumsi, jumlah air putih yang dikonsumsi dan kelainan atau penyakit yang diderita setiap orang tersebut. Hal ini yang mempengaruhi warna, kekeruhan dan pH urine.
2.    Dari pengamatan tersebut tidak ditemukan sifat fisik abnormal dalam urine.
3.  Adanya kandungan klorida dalam urin berasal dari garam-garam yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan misalnya NaCl yang kemudian dalam cairan tubuh akan terurai menjadi ion-ion. Klorida akan selalu ada di dalam urin seseorang, hal ini karena pada filtrasi molekul-molekulkecil seperti glukosa dan garam mineral direabsorpsi melalui transport aktif. Kelebihan NaCl yang dihasilkan dari proses augmentasi dikeluarkan lewat urine dalam bentuk ion Cl 
4.    Dari pengamatan tersebut tidak ada sampel yang mengandung protein.
5.  Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin dalam urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium. Selain itu dapat juga disebabkan oleh iritasi sel-sel ginjal karena masuknya substansi seperti racun bakteri, eter, atau logam berat.
6.    Dari pengamatan tersebut tidak ada sampel yang mengandung glukosa.
7.    Saran bagi penderita diabetes:
1. Memahami penyakit diabetes dan cara mengobatinya. 

   Kalau sudah kena penyakit ini, pasien mesti segera mencari tahu seluk beluk diabetes dan solusi menghadapinya. Misalnya, pada pasien diabetes tipe 1 yang terjadi karena bawaan, harus mendapatkan insulin tiap hari dan wajib diet sehat. Sementara pada pasien diabetes tipe 2, mereka sebaiknya melakukan diet sehat, berolahraga rutin, dan minum obat.

2. Menjalani pengobatan yang kontinyu.
   Sebaiknya pasien diabetes menaati untuk minum obat yang diresepkan oleh dokter. Pemahaman tentang nama obat dan dosisnya harus dipahami agar pengobatan berjalan maksimal. Konsultasikan selalu dengan dokter terhadap obat-obat yang disarankan.

3. Pilih makanan yang tepat.

   Pasien diabetes memiliki banyak pantangan soal menu makanan. Ikutilah saran ahli gizi untuk menjalani diet sehat. Jaga selalu berat badan dan usahakan tingkat gula darah selalu dalam posisi normal. Jangan lewatkan waktu makan dan makan cemilan tiga kali sehari dengan menu sehat agar gula darah terkontrol.
    Lakukan tes gula darah sendiri. Saat ini sudah banyak alat tes gula darah yang dijual bebas. Selalu cek kadar gula darah sebagai acuan untuk mengambil keputusan medis. Jika gula darah ada di angka kurang dari 70 atau lebih dari 240 dan terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan saran kesehatan.

4. Usahakan gula darah tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.

    Kedua kondisi tersebut sama bahayanya dalam mengakibatkan komplikasi serius.. Jika gula darah Anda rendah, maka angkanya di bawah 70. Jika terlalu tinggi, angkanya di atas 240. Bagi pasien diabetes tipe 1, sebaiknya selalu cek gula darah setiap kali habis makan.

     5. Jaga diri agar tidak sampai ada luka di tubuh
   Pasalnya, luka kecil di tubuh pasien diabetes bisa menimbulkan infeksi yang serius. Kalau sudah parah bahkan kemungkinan harus menjalani amputasi. Sebaiknya setiap hari lakukan cek pada kaki. Selalu lakukan check-up ke dokter untuk mencegah komplikasi dalam jangka panjang

8.    Rajin Berolahraga
Olahraga merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain membantu menjaga fungsi paru-paru, ternyata olahraga juga memberi banyak efek positif terhadap keadaan ginjal. Olahraga akan membuat proses pembentukan urin di dalamnya menjadi lancar dan tidak mengalami hambatan. Karena itulah, banyak orang yang terbebas dari penyakit ginjal dengan cara rutin berolahraga setiap hari.
Menjaga Berat Badan
Cara menjaga kesehatan ginjal yang berikutnya adalah dengan cara menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan akan membuat banyak masalah kesehatan. salah satunya adalah penyakit ginjal. Lemak yang tertimbun di perut dan sekitarnya akan membuat ginjal menjadi merasa sesak sehingga membuatnya sedikit sulit dalam memproses urin. Akibatnya, penyakit ginjal pun datang menghampiri. Oleh karena itu, jagalah berat badan anda agar selalu ideal dengan cara menghindari makanan-makanan yang banyak mengandung lemak jahat bagi tubuh.
Mengontrol Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi kondisi ginjal. Tekanan darah yang terlampau tinggi akan membuat seseorang beresiko memiliki penyakit ginjal. Karena itulah anda perlu menjaga tekanan darah dengan cara selalu berfikir dengan jernih dan tenang dan tidak mengedepankan emosi. Meski terlihat sepele, namun cara tersebut cukup ampuh dalam menjaga keseimbangan tekanan darah sehingga kesehatan ginjal anda akan terjamin.
Makanan Sehat
Cara menjaga kesehatan ginjal yang selanjutnya adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan sehat. Hindarilah makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan gula secara berlebihan. Cobalah membiasakan diri untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur karena kedua sumber makanan tersebut memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan zat besi yang penting untuk menjaga kesehatan ginjal beserta organ yang lainnya.
Minum Air Putih
Dengan air putih, kinerja ginjal di dalam tubuh akan menjadi semakin baik. Selain menjaga kesehatan ginjal, air putih juga sangat penting untuk memelihara organ-organ tubuh yang lain mulai dari mata, kulit, jantung, hati dan lain-lain. Selain itu, anda juga dapat menjaga kesehatan ginjal dengan cara menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Kedua benda tersebut memberikan banyak sekali efek buruk terhadap kesehatan manusia. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menimbulkan gangguan pada ginjal. Karena itulah, jika anda tidak ingin mengalami gangguan pada ginjal maka hindarilah rokok dan minuman beralkohol.
Menghindari Makanan Asin
Cara terakhir yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal adalah menghindari makanan yang terlalu asin. Rasa asin yang dikandung oleh makanan tertentu akan membuat ginjal anda tidak dapat bekerja secara maksimal. Oleh karena itu, baiknya anda mengkonsumsi makanan yang rasa asinnya pas di lidah. Dengan begitu, kita akan selalu terhindar dari bahaya penyakit ginjal.

VIII. Kesimpulan

A. Kesimpulan :
§ Jadi di dalam urin mengandung klorida dan amonia namun tidak mengandung protein dan glukosa, itu berarti bahwa urine tersebut sehat.
§ Klorida dan ammonia merupakan zat yang baik jika terkandung dalam urin karena mengindikasikan adanya ion-ion yang terkandung dalam tubuh serta adanya pembuangan zat berbahaya dalam tubuh
§ Glukosa dan Albumin yang positif pada percobaan sangat tidak diharapkan karena zat tersebut dibutuhkan dalam tubuh dan tidak seharusnya ada dalam urine.
B. Saran :
- Perlu dilakukan lebih banyak percobaan lagi, agar bisa mengamati lebih teliti tentang  kandungan di dalam urin.
- Sebaiknya dalam melakukan percobaan harus hati-hati terutama dalam memanaskan bahan makanan.
-  Dalam melakukan pengamatan harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
-  Hati-hati dalam menggunakan alat.
-  Selalu menjaga kebersihan laboratorium
-  Mengembalikan peralatan yang telah digunakan ke tempat yang telah ditentukan.

IX. Daftar Pustaka
Saktiyono. 2008. Seribu Pena Biologi. Jakarta : Erlangga
Syamsuri Istamar, dkk. 2007. Biologi SMA Kelas XI. Malang : Erlangga
Tim LBB SSCintersolusi. 2012. TEXT BOOK SSCIntersolusi : SSCI
Pratiwi D. A. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga
https://www.google.com/laporan-biologi-uji-urin/LAPORAN-UJI-URINE dimas_kicir.htm
https://www.google.com /laporan biologi uji urin/Laporan Praktikum  Uji Urin _ Islamic Science's Blog.htm


X. Lampiran Foto

Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine

Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine



laporan praktikum uji kandungan urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine


Laporan Praktikum Uji Kandungan Urine

Contact Us

Name

Email *

Message *