Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Macam-macam Gangguan Pada Sistem Pencernaan Makanan

Pencernaan makanan adalah proses pengolahan makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap oleh darah, dan sisa-sisa makanannya dibuang keluar dari tubuh. Proses pencernaan makanan berlangsung secara mekanis dan kimiawi, yang dilakukan oleh sistem pencernaan makanan.
Macam-macam Gangguan Pada Sistem Pencernaan Makanan

Gangguan sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pola makan yang salah, program diet yang ekstrim, bulimia (memuntahkan makanan dengan sengaja), gaya hidup, memakan makanan dengan zat aditif berbahaya, mengonsumsi makanan yang tidak bernutrisi, makanan yang tidak higienis, atau proses pemasakan dan penyimpanan makanan yang salah.

Berikut ini berbagai macam gangguan atau kelainan dalam sistem pencernaan makanan :

  • Sariawan (stomatitis aftosa), adalah luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung, dapat disebabkan oleh luka tergigit, mengonsumsi makanan/minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kebersihan mulut tidak terjaga, kelainan pencernaan, faktor psikologis, atau kondisi tubuh yang tidak fit.
  • Muntah (emesis/vomitus), adalah pengeluaran paksa isi lambung dan keluar melalui mulut.
  • Muntah psikogenik, adalah muntah akibat faktor emosi, termasuk yang menyertai pemandangan atau bau yang memualkan atau pada situasi stres lainnya.
  • Konstipasi (sembelit) dan obstipasi (konstipasi parah), adalah pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit buang air besar. Hal tersebut dapat disebabkan oleh makanan yang kurang berserat (buah dan sayuran), atau defekasi yang ditunda terlalu lama.
  • Gastritis (radang lambung), adalah peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih. Gastritis dapat disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, makan tidak teratur, mikroorganisme, mengonsumsi obat-obatan tertentu, alkohol, pola tidur yang tidak teratur, dan stres.
  • Diare, adalah gangguan berupa feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Diare dapat disebabkan oleh mikroorganisme, alergi (fruktosa dan laktosa), kelebihan vitamin C, atau mengonsumsi alkohol dan buah-buahan tertentu.
  • Flatus, adalah keluarnya gas dalam saluran pencernaan melalui anus. Gas berasal dari udara yang tertelan, atau hasil produksi dari bakteri di saluran pencernaan/kolon berupa gas hidrogen dan metana akibat banyak mengonsumsi gula dan polisakarida.
  • Pankreasitis, adalah radang kelenjar pankreas, dapat disebabkan oleh batu empedu dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Apendisitis, adalah peradangan apendiks (umbai cacing) akibat penyumbatan oleh bahan tinja yang kemudian mengeras dan tersangkut di dalam apendiks yang berakibat pembengkakan pada apendiks dan terisi pus (nanah) atau jaringan mati. Jika tidak diangkat dengan pembedahan, maka apendiks akan pecah dan menumpahkan isinya yang mengandung kuman.
  • Malnutrisi, adalah keadaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pengembilan makanan dengan kebutuhan gizi. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan penyakit seperti kwashiorkor dan marasmus.
  • Malabsorpsi, adalah penyerapan nutrisi yang buruk dari saluran pencernaan ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan kekurangan gizi.
  • Parositis (gondongan/mumps), adalah suatu penyakit menular yang menyebabkan pembengkakkan kelenjar ludah (kelenjar paroid) pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah, disebabkan oleh virus Paramyxovirus.
  • Peritonitis, adalah peradangan pada peritoneum (jaringan tipis yang melapisi organ-organ yang terletak di dalam rongga perut). Peradangan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, bahan kimia iritan, dan benda asing.
  • Kolik abdomen, adalah gangguan aliran normal isi usus di sepanjang traktus intestinal, yang biasanya ditandai dengan kram dan nyeri hebat pada perut yang dapat disertai dengan mual dan muntah. Kolik abdomen disebabkan oleh peradangan.
  • Ulkus peptikum, adalah luka (peradangan kronis) pada lapisan lambung dekat duodenum (bagian teratas dari usus halus), disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.
  • Gastroenteritis (flu perut), adalah peradangan pada saluran pencernaan lambung dan usus halus yang mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan kejang perut. Gastroenteritis disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Xerostomia, adalah gejala mulut kering akibat berkurangnya produksi ludah. Berkurangnya produksi ludah terjadi akibat adanya gangguan saraf pusat, saraf kelenjar ludah, dan perubahan elektrolit ludah. Xerostomia dapat disebabkan oleh tumor otak, radang selaput otak, obat-obatan tertentu, penyakit ginjal dan kencing manis, rasa takut/cemas, serta depresi.
  • Karies gigi, adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi atau gigi menjadi berlubang. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri penghasil asam.
  • Hepatitis, adalah penyakit peradangan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, keracunan alkohol, karbon tetraklorida, atau obat penenang tertentu.

Itulah penjelasan Macam-macam Gangguan Pada Sistem Pencernaan. Semoga bermanfaat untuk Anda..

Macam-Macam Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Macam-Macam Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Bernapas merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Dalam fisiologi, pernapasan meliputi dua proses, yaitu pernapasan eksternal dan pernapasan internal. Pernapasan Eksternal adalah rangkaian proses pertukaran oksigen dengan karbon dioksida antara tubuh dengan lingkungan eksternal. Sedangkan, pernapasan internal adalah proses-proses metabolisme penggunaan oksigen serta pembentukan karbon dioksida dan air yang terjadi pada mitokondria di dalam sel (intrasel).

Berikut ini akan dibahas berbagai gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem pernapasan.

  • Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya terjadi melalui udara. Bakteri ini masuk dan terkumpul di dalam paru-paru, kemudian menyebar melalui pembuluh darah, serta menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, dan kelenjar getah bening. Pada paru-paru akan terbentuk tuberkel (koloni bakteri yang dorman/istirahat). Jika kekebalan tubuh kurang baik, tuberkel akan bertambah banyak dan membentuk ruangan di dalam paru-paru yang memproduksi dahak (Sputum).
  • Faringitis adalah peradangan pada faring dan tenggorokan yang menyebabkan rasa sakit ketika menelan makanan. Dapat disebabkan oleh infeksi virus (seperti influenza), bakteri (misalnya Streptococcus sp. dan Corynebacterium sp.), merokok, menelan racun, reaksi alergi, dan refluks asam lambung (pengaliran kembali isi lambung ke dalam kerongkongan).
  • Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, dengan gejala sakit tenggorokan, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, demam, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Pneumonia (radang paru-paru) adalah peradangan paru-paru yang dapat mengakibatkan alveolus terisi cairan yang berlebihan. Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri (misalnya Mycoplasma pneumoniae dan Streptococcus pneumoniae), virus, atau jamur (Aspergillus fumigatus dan Actinomyces israeli). Peminum alkohol dan perokok lebih rentan terhadap penyakit ini.
  • Kanker paru-paru (karsinoma pulmonar) adalah abnormalitas sel-sel yang mengalami proliferasi (pertumbuhan yang cepat) dalam paru-paru. Faktor pemicunya antara lain, merokok, terpapar karbonil nikel (pelebur nikel) dan arsenik (senyawa dalam pestisida), polusi udara, serta genetik.
  • Hiperkapnia adalah peningkatan kadar karbon dioksida dalam cairan tubuh melebihi batas normal sehingga meningkatkan respirasi, konsentrasi ion hidrogen, dan asidosis (kadar asam dalam darah berlebihan).
  • Hipoksemia adalah penurunan konsentrasi oksigen dalam darah arteri (PaO2) hingga di bawah batas normal. Hipoksemia dapat disebabkan oleh zat toksik, seperti karbon monoksida (CO) dan sianida (CN). Gas CO dapat mematikan karena daya ikat hemoglobin terhadap CO lebih besar (320 kali) dibandingkan day ikatnya terhadap oksigen.
  • Sianosis adalah keadaan ketika kulit dan membran mukosa berwarna kebiruan atau pucat karena kandungan oksigen dalam darah rendah. Sianosis dapat terjadi akibat penyakit paru-paru, kelainan jantung, dan berada di daerah geografis yang tinggi.
  • Asfiksia adalah kondisi kekurangan oksigen pada pernapasan yang dapat menyebabkan kematian sebagai akibat dari kegagalan fungsi paru-paru. Tenggelam di dalam air dan gangguan sistem saraf pusat dapat menyebabkan asfiksia. Asfiksia neonatorum adalah keadaan ketika bayi gagal bernapas secara spontan dan teratur setelah beberapa saat kelahiran.
  • Penyakit pulmonar obstruktif menahun (PPOM) adalah kelompok penyakit yang meliputi asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit industrial (asbestosis, silikosis, dan black lung).


  1. Asma, penyempitan saluran napas yang bersifat sementara, akibat hipersensitivitas terhadap rangsangan tertentu (misalnya debu, rambut binatang, asap, udara dingin, dan olahraga). Asma ditandai dengan napas yang berbunyi (bengek).
  2. Bronkitis adalah peradangan pada selaput lendir bronkus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, merokok, polusi udara, debu, asap zat kimia, dan penyakit paru-paru.
  3. Emfisema adalah kerusakan pada kantong udara (alveolus) secara bertahap, berupa lubang-lubang menganga pada dindingnya, sehingga mengurangi luas permukaan paru-paru. Emfisema dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, infeksi bakteri, dan polusi udara.


  • Dispnea (sesak napas) adalah perasaan sulit bernapas ditandai dengan napas yang pendek, karena suplai oksigen ke dalam jaringan tubuh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan.Dispnea dapat terjadi pada orang yang cemas (emosi tidak stabil), penderita kardiovaskular, asma dan penyakit paru-paru.
  • Apnea tidur adalah kesulitan bernapas pada saat tidur karena kegagalan pelepasan impuls saraf yang menjalankan pernapasan. Apnea tidur dapat terjadi karena saat otot faring melemas sewaktu tidur, otot pernapasan tidak dapat berkontraksi ketika inspirasi dan lidah terjatuh menyumbat jalan pernapasan. Gejalanya adalah mendengkur keras, nyeri kepala di pagi hari, kelelahan, dan mengantuk di siang hari.
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS, sudden infant death syndrome) adalah bentuk apnea tidur, ketika bayi yang tampak sehat secara tiba-tiba meninggal (biasanya di tempat tidur). Sering terjadi pada bayi prematur dan bayi yang tidur tertelungkup.
  • Influenza, parainfluenza (sindrom batuk pilek), flu burung, dan SARS (Severe Respiratory Syndrome). Semuanya adalah gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Influenza disebabkan oelh virus ortomiksovirus, parainfluenza disebabkan oleh parainfluenzavirus, flu burung oleh HPAIV (Highly Pathogenic Avian Influenza Virus) strain H5N1, sedangkan SARS oleh SARS coronavirus. Flu burung dan SARS dapat menyebabkan kematian.

Penyebab Sendi Berbunyi "Krek" Ketika Digerakkan dan Efeknya Bagi Kesehatan


Ketika  berada pada posisi tubuh yang sama dalam waktu cukup lama atau melakukan aktivitas yang menggerakkan sendi tertentu secara berulang-ulang tubuh akan terasa kaku dan pegal. Sebagian orang akan mencoba melakukan peregangan dengan menggerakkan sendi hingga berbunyi "krek".

Memang menjadi suatu kepuasan tersendiri ketika sendi yang kita gerakkan bisa mengeluarkan bunyi "krek", terlebih jika bisa dilakukan hingga berulang-ulang. Saya sendiri juga sering melakukannya di bagian leher dan jari tangan. Rasanya sendi terasa lebih nyaman jika berhasil menggerakkannya hingga mengeluarkan bunyi. Karena sering saya lakukan berulang-ulang, hal ini pun lama-lama menjadi kebiasaan. Menggerakkan sendi dengan sengaja baik dengan cara dibengkokkan, ditekan, ditarik, atau dipijat memang telah menjadi kebiasaan banyak orang, lalu mengapa sendi bisa berbunyi ketika digerakkan? Dan apa efeknya bagi tubuh jika dilakukan berulang-ulang?

Berikut penjelasannya!

Tulang persendian kita mempunyai selaput sendi atau membran sinovial yang menghasilkan minyak sinovial. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga gesekan berjalan lancar, halus, dan tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit. Minyak sinovial mengandung berbagai jenis nutrisi dan campuran gas oksigen, nitrogen, dan karbondioksida. Letusan gas-gas itulah yang menghasilkan bunyi di persendian. Cairan sendi harus menyerap gas kembali beberapa saat sebelum dapat menghasilkan bunyi yang sama. Saat sendi ditarik-tarik atau dibengkokkan, ruangan yang berisi cairan di sekitar sendi akan meregang. Regangan itulah yang menyebabkan gas di dalam cairan akan dilepaskan.

Tendon dan ligamen juga menjadi penyebab timbulnya bunyi. Jaringan lunak di persendian ini mirip dengan karet yang mengikat otot dengan ujung tulang atau mengikat suatu tulang dengan tulang lainnya agar tidak lepas. Saat persendian digerakkan, kadang-kadang tendon dan ligamen lepas dari tempatnya dan menimbulkan bunyi, tetapi segera kembali lagi. Contohnya, lutut terkadang berbunyi pada saat berdiri dari posisi duduk.


Para ilmuwan telah mempelajari, apakah kebiasaan membengkokkan sendi dapat memicu artritis atau merusak jaringan tubuh lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan kapan saja tanpa berisiko apapun. Namun, jika aktivitas tersebut dilakukan secara berlebihan, akan merusak jaringan lembut di sekitar sendi sehingga tangan bengkak dan sulit digerakkan.

Itulah penjelasan penyebab sendi yang berbunyi "krek" ketika digerakkan. Tidak ada efek yang ditimbulkan dari kebiasaan menggerakkan sendi hingga mengeluarkan bunyi, tapi jangan lakukan secara berlebihan.
Semoga bermanfaat...


Sumber : dilansir dari buku Biologi Karya Irnaningtyas 

MACAM-MACAM GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH


Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda. Disebut sebagai sistem peredaran darah tertutup karen darah mengalir di dalam pembuluh darah. Disebut juga sebagai sistem peredaran darah ganda karena dalam satu kali peredaran darah, darah dua kali melewati jantung.

Ada kalanya sistem peredaran darah bekerja tidak sesuai dengan fungsinya. Gangguan,kelainan, dan penyakit yang berkaitan dengan sistem peredaran darah dan limfa sebagai berikut:

  1. Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal. Anemia ditandai oleh hematokrit (presentase eritrosit dalam volume darah) yang rendah. Jenis anemia, antara lain: anemia pernisiosa yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin B12, anemia gizi karena kekurangan zat besi dalam makanan, dan anemia aplastik yang disebabkan olehh kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah merah.
  2. Hemofilia adalah kegagalan dalam proses pembekuan darah pada pembuluh darah yang cedera (darah sulit membeku). Hemofilia disebabkan oleh defisiensi faktor pembekuan darah. Sekitar 80% disebabkan oleh kelainan genetika (penyakit keturunan).
  3. Leukimia adalah gangguan produksi leukosit yang terlalu banyak. Leukimia dapat terjadi pada semua umur terutama anak-anak. Pada leukemia akut, kematian dapat terjadi dalam beberapa minggu. Pada leukemia kronik pasien dapat hidup beberapa tahun.
  4. Siklemia (sikle cell disease/penyakit sel sabit) adalah penyakit genetika akibat mutasi gen yang menyebabkan sel darah memiliki hemoglobin abnormal (hemoglobin S) sehingga kekurangan jumlah oksigen, dan berbentuk seperti bulan sabit. Sel sabit ini rapuh dan mudah pecah saat melewati pembuluh darah, akibatnya terjadi anemia, penyumbatan aliran darah, kerusakan organ, dan kematian.
  5. Talasemia adalah penyakit keturunan yang terjadi akibat kelainan sel darah merah. Sel darah merah berbentuk tidak normal, cepat rusak, kekurangan oksigen, dan berumur lebih pendek dari sel darah merah normal. Penderita memerlukan transfusi darah secara berulang-ulang seumur hidupnya. Penderita menjadi pucat, pusing, lemah, letih, sesak napas, sulit tidur, dan warna kulit menghitam (akibat zat besi dari sel darah yang hancur tidak dapat dikeluarkan dari tubuhnya.
  6. Hipertensi adalah tekanan darah arteri meningkat hingga di atas normal (misalnya, di atas 140 mmHg sistole/99 mmHg diastole). Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke (tersumbatnya arteri otak).
  7. Hipotensi adalah tekanan darah arteri menurun hingga di bawah normal (misalnya kurang dari 90 mmHg sistole/60 mmHg diastole). Penyebab hipotensi, yaitu kehamilan, berbaring terlalu lama karena sakit, konsumsi obat pelangsing yang berlebihan, dan dehidrasi.
  8. Arteriosklerosis adalah penyakit degeneratif arteri yang menyebabkan sumbatan bertahap sehingga mengurangi aliran darah. Dibawah  lapisan dalam arteri terdapat plak-plak lemak. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kolestrol teroksidasi, radikal bebas, tekanan darah tinggi, homosistein, bahan kimia yang dibebaskan dari sel lemaj, dan bakteri atau virus perusak dinding pembuluh darah.
  9. Trombus adalah gumpalan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di tempat terjadinya kerusakan (misalnya setelah operasi).
  10. Embolus adalah gumpalan bekuan darah yang bergerak di dalam sirkulasi dan terjepit di dalam pembuluh darah kecil.
  11. Jantung koroner adalah tersumbatnya arteri koroner sehingga aliran darah yang mencapai sel-sel otot jantung hanya berjumlah sedikit. Jantung koroner dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, makanan berkolestrol tinggi, kegemukan, diabetes mellitus, penuaan, tekanan darah tinggi, dan faktor keturunan.
  12. Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena. Biasanya pada anggota tubuh bawah (misalnya betis). Varises disebabkan oleh menurunnya elastisitas pembuluh vena (misalnya karena terlalu lama berdiri atau memakai sepatu berhak tinggi yang memaksa vena bekerja lebih berat).
  13. Hemoroid (wasir) adalah pelebaran pembuluh darah vena di sekitar anus. Penyebab wasir sebenarnya sederhana, yakni saat susah buang air besar, tetap dipaksakan mengeluarkan kotoran. Penyebab susah buang air besar ini adalah kurang minum, kurang makan serat, kurang olah raga, banyak duduk, dan mengangkat benda yang berat-berat.
  14. Limfangitis adalah akumulasi volume abnormal cairan interstisial pada ruangan di antara sel. Edema dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan filtrasi dalam kapiler (sebagai akibat gagal jantung), maupun penurunan tekanan osmosis plasma (akibat penyakit ginjal dan kekurangan protein).
  15. Infark miokard (IM), umumnya dikenal sebagai serangan jantung, terjadi ketika sekelompok otot jantung mati karena peyumbatan mendadak dari arteri koroner (trombosis koroner). Hal ini biasanya disertai dengan nyeri dada luar biasa dan sejumlah kerusakan jantung.  
Itulah penjelasan Macam-macam Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah.
Semoga bermanfaat...

Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit

Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit

Sistem ekskresi adalah proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme (metabolit) yang sudah tidak diperlukan atau berbahaya jika disimpan di dalam tubuh. Istilah ekskresi berbeda dengan sekresi dan defekasi. Sekresi adalah proses pengeluaran substansi kimiawi (misalnya enzim dan hormon) oleh sel atau kelenjar yang memiliki kegunaan tertentu. Defekasi (buang air besar) adalah proses pembuangan sisa pencernaan makanan berbentuk padat atau setengah padat.

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang beragam gangguan sistem ekskresi pada manusia. Berikut penjelasannya :

A. Gangguan Sistem Urinaria
  • Glikosuria (glukosuria) adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan terekskresi ke dalam urine.
  • Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Protein (albumin) yang tidak dapat disaring, akan keluar bersama urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
  • Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan dapat berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Kelainan metabolisme, sering menahan buang air kecil, dan kurang minum, dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Jika batu masih kecil, dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu dan teknologi sinar laser penghancur batu ginjal. Namun, jika batu sudah membesar, harus diangkat melalui proses operasi.
  • Diabetes mellitus (kencing manis), dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Diabetes mellitus tipe 1 (dimulai pada saat usia remaja), ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen (insulin produk farmasi yang disuntikkan) untuk bertahan hidup. Jumlah penderita diabetes mellitus tipe 1 sekitar 10% dari semua kasus diabetes mellitus.
  2. Diabetes mellitus tipe 2 (dimulai pada saat usia dewasa), sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel sasaran insulin, seperti sel otot rangka dan sel hati. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan gaya hidup. Sekitar 90% pengidap diabetes mellitus tipe 2 mengalami obesitas.
  • Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, yang disertai dengan rasa haus. Pengeluaran urine sekitar 20 liter per hari (30 kali dari jumlah urine normal). Penderita disarankan banyak minum, agar tidak terjadi dehidrasi. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (antidiuretic hormone)
  • Poliuria merupakan kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Pada umumnya disebabkan oleh polidipsia (rasa haus yang tidak berkesudahan) dan mengonsumsi cairan yang mengandung kafein, alkohol, atau bahan (obat-obatan) yang bersifat diuretik (mempercepat pembentukan urine).
  • Gagal ginjal (anuria) adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Anuria dapat disebabkan oleh kerusakan glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan.
  • Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.
  • Nefritis adalah radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp. yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala nefritis adalah hematuria (darah dalam urine), proteinuria (protein dalam urine), edema (pengumpulan air terutama pada kaki), dan kerusakan fungsi hati.

B. Gangguan Hati
  • Penyakit hati (liver), paling sering disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyebab disentri, cacing, plasmodium penyebab malaria, dan Toxoplasma sp.
  • Sirosis hati (cirrhosis) adalah berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga kehilangan fungsinya. Sirosis dapat disebabkan oleh minuman keras serta hepatitis B dan hepatitis C.
  • Hemokromatosis adalah kelainan secara genetika yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan pankreas.

C. Gangguan Kulit
  • Biang keringat (miliaria) adalah ruam berbentuk bintik-bintik merah yang gatal, akibat tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat yang dapat disebabkan oleh sel-sel kulit mati atau bakteri, biasanya muncul saat udara padas dan lembab.
  • Hiperhidrosis adalah keluar keringat berlebihan yang terjadi pada seluruh badan atau bagian tubuh tertentu (misalnya, telapak tangan dan kaki). Hiperhidrosis disebabkan oleh suatu penyakit atau faktor psikis.
  • Anhidrosis adalah kulit tidak dapat berkeringat. Anhidrosis disebabkan oleh luka bakar, penyakit, pengaruh obat-obatan, atau kelenjar keringat yang tidak mampu berfungsi lagi.
  • Bromhidrosis adalah keringat berbau atau bau badan, bisa disebabkan oleh bakteri atau kelenjar keringat apokrin bekerja lebih aktif.
  • Eksem (dermatitis) adalah radang kulit yang hebat, terasa gatal, kulit dapat melepuh atau bergelembung kecil (vesikel) yang akhirnya pecah mengeluarkan cairan. Eksem disebabkan oleh faktor keturunan, stres dan emosi, atau kontak dengan senyawa alergenik (misalnya, logam, zat pewarna, kosmetik, parfum, debu, dan sabun).
  • Kadas atau kurap adalah bercak-bercak kemerahan pada kulit, terkadang berbentuk bundar dan jernih di bagian tengahnya, kadas terjadi akibat infeksi jamur.
  • Kudis adalah gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
  • Athelete's foot adalah infeksi jamur di sela-sela jari kaki.
  • Vitiligo adalah gangguan pigmentasi sehingga kulit kehilangan melanin, tampak bercak-bercak putih yang bisa melebar pada kulit.
  • Jerawat adalah kulit yang meradang, pori-pori tersumbat, terkadang menimbulkan kantung nanah. Jerawat terjadi akibat infeksi bakteri, perubahan hormonal, atau kotoran.
  • Pruvitus kutanea adalah gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensoris perifer, dapat terjadi pada penderita kencing manis, penyakit kelenjar tiroid dan hati.
  • Kalvus adalah penyakit mata ikan yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dan gesekan secara terus-menerus seperti pemakaian sepatu yang terlalu sempit.

Itulah penjelasan tentang Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda...

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KESEHATAN PENYEMBUHAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN

perkembangan teknologi kesehatan penyembuhan gangguan sistem pernapasan

Berbagai gangguan pada sistem pernapasan manusia membuat perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran semakin berkembang. Berikut teknologi untuk mengatasi gangguan/kelainan pada sistem pernapasan manusia :
  • Trakeostomi adalah pembuatan lubang pada dinding anterior trakea untuk mempertahankan jalan napas agar udara dapat masuk ke paru-paru melewati jalan napas bagian atas. Trakeostomi biasanya dilakukan pada penderita difteri akut.
  • Pulmotor adalah alat yang digunakan untuk melakukan pernapasan buatan. Biasanya dilakukan pada orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan karena tenggelam dan shock karena sengatan listrik.
  • Terapi oksigen adalah pemberian oksigen dengan menggunakan peralatan emergency oxygen, yang dapat diberikan melalui kanula hidung atau masker wajah yang ketat.
  • Terapi oksigen hiperbarik (HBOT= Hyperbaric Oxygen Therapy) adalah proses pemberian oksigen 100% kepada pasien di dalam ruangan hiperbarik yang bertekanan lebih tinggi dari udara atmosfer normal (1 atm = 760 mmHg). Terapi oksigen hiperbarik dilakukan untuk membantu proses penyembuhan luka maupun proses anti penuaan (peremajaan jaringan tubuh).

Itulah penjelasan Perkembangan Teknologi Kesehatan Penanganan Gangguan Sistem Pernapasan.
Semoga bermanfaat...

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA PENYEMBUHAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

perkembangan teknologi pada penyembuhan gangguan sistem pencernaan

Berbagai macam gangguan dalam sistem pencernaan makanan membuat teknologi kesehatan dan kedokteran semakin berkembang. Berikut peralatan untuk memeriksa dan menangani gangguan sistem pencernaan makanan :
  1. Feeding tube yaitu alat berupa selang untuk memberi makan pasien melalui hidung.
  2. Stomach tube yaitu alat berbentuk selang yang digunakan untuk mencuci perut, memberi obat-obatan, atau untuk mengambil getah lambung.
  3. Rectal tube yaitu alat untuk membersihkan atau mengeluarkan gas-gas dalam lambung.
  4. Endoskop yaitu perangkat alat berupa selang panjang fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan alat-alat medis lainnya yang terhubung dengan layar komputer. Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh untuk keperluan diagnosis, mengambil jaringan, pemberian obat, serta untuk memasukkan atau mengisap cairan. Sesuai dengan kegunaannya, endoskop dapat dibedakan beberapa macama, antara lain :
  • Gastroscope adalah endoskop khusus untuk memeriksa bagian organ dalam perut.
  • Sigmoidoscope adalah endoskop untuk memeriksa rongga belokan berbentuk S antara rektum dengan kolon yang menurun. 
  • Duodenoscope adalah endoskop untuk memeriksa bagian duodenum (usus dua belas jari).
  • Colonoscope adalah endoskop untuk memeriksa bagian kolon (usus besar).
  • Anoscope adalah endoskop untuk memeriksa rongga saluran antara anus dan rektum (anorektal).
  • Protoscope adalah endoskop untuk memeriksa bagian anus/dubur.
Itulah penjelasan Perkembangan Teknologi Pada Penyembuhan Gangguan Sistem Pencernaan.
Semoga bermanfaat...
 

BERBAGAI KHASIAT TEMULAWAK UNTUK KESEHATAN

Temu lawak disebut Curcuma xanthorrhiza. Roxb. termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah koneng gede, temu labak, tommo, korbanga. Manfaat dan khasiat temulawak sebagai tanaman obat tradisional untuk kesehatan. Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.

Kandungan utama rimpang temulawak adalah protein, karbohidrat, dan minyak atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Selain dimanfaatkan sebagai jamu dan obat, temu lawak juga dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dengan mengambil patinya, kemudian diolah menjadi bubur makanan untuk bayi dan orang-orang yang mengalami gangguan pencernaan. Di sisi lain, temu lawak juga mengandung senyawa beracun yang dapat mengusir nyamuk, karena tumbuhan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang mengandung linelool, geraniol yaitu golongan fenol yang mempunyai daya repellan nyamuk Aedes aegypti.

Berikut berbagai manfaat temulawak untuk kesehatan dan cara mengolahnya:

1. Obat sakit mag
Rimpang dipotong kecil-kecil, direbus, dinginkan, minum airnya.

2. Mengatasi Bau haid.
Rimpang dipotong kecil-kecil tambah asam jawa, disedu, dinginkan, minum airnya.

3. Obat sembelit
Rimpang digiling halus bersama biji sesawi, beri air sedikit, peras, minum airnya.

4. Melancarkan ASI
Rimpang digiling, dimasak menjadi bubur bersama sagu. Maka seperti makan bubur.

5. Mengobati Sakit limpa.
Temu lawak 2 rimpang diparut, lengkuas 1/2 rimpang diparut, daun meniran 1 genggam, direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, disaring, minum sehari sekali 1 cangkir.

6. Mengobati Asma
Temu lawak 1,5 rimpang diiris tipis-tipis dan dikeringkan, rebus dengan 5 gelas air dan ditambah gula aren 1 potong menjadi 3 gelas. Saring, minum sehari 2 kali 0,5 gelas.

7. Mengobati cacar air
Rimpang 1,5 diiris tipis-tipis dan dikeringkan, rebus dengan 1 liter air dan ditambah buah asam satu tangkai. Setelah mendidih dinginkan, saring, minum sehari 2 kali sehari 1 cangkir.

8. Mencegah Bau badan.
Rimpang temulawak ditumbuk, direbus dengan 1 liter air. Saring, minum 2 kali sehari 1 cangkir.

9. Obat Hepatitis, penyakit kandung empedu.
Rimpang 25 gram diiris-iris, ditambah air 500 ml, direbus sampai tinggal 300 ml; diminum sepanjang hari. Atau, dua jari rimpang temu lawak, diparut, tambahkan ½ cangkir air masak dan 1 sendok makan madu. Aduk merata lalu diperas dan disaring. Minum sehari 2 kali sampai sembuh.

10. Obat Nyeri Sendi dan Tulang (arthritis dan rematik).
Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir yang berisi 0,5-1 g serbuk temu lawak. Diamkan 5-10 menit kemudian saring dan minum.

Itulah penjelasan berbagai khasiat temulawak untuk kesehatan.
Semoga bermanfaat...

MANFAAT BUAH MANGGIS UNTUK KESEHATAN

manfaat buah manggis untuk kesehatan

Berbagai macam khasiat yang terkandung dalam buah manggis sudah ditemukan sejak lama. Namun, penelitian resmi baru - baru ini menguatkan bila buah yang memiliki kulit berwarna hitam kemerahan serta bagian dalam berwarna putih manis ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Tak hanya buah bagian dalam yang memiliki rasa manis saja yang bisa dikonsumsi. Ternyata, kulit buah yang memiliki rasa pahit ini pun juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis penyakit. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah manggis menjadi alasan mengapa buah ini sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu yang paling fenomenal adalah manfaat buah manggis untuk mengobati penyakit kanker. Perlu kita ketahui, kanker merupakan penyakit dimana sel - sel jaringan tumbuh secara tidak normal kemudian menjadi ganas dan membahayakan bagi tubuh. Secara berangsur sel ganas ini menyebar ke organ tubuh lain jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Berikut ini penjelasan berbagai manfaat buah manggis untuk kesehatan:

  • Mengembalikan Stamina Tubuh dan Meningkatkan Energi
Jika Anda salah satu orang dengan tingkat aktivitas tinggi seringkali mudah lelah dan merasa lemas konsumsi saja buah manggis. Sebab, di dalam buah manggis terdapat zat yang dapat memulihkan stamina tubuh yang hilang saat beraktivitas atau kerja keras.
  • Mencegah Penyakit Degeneratif
Bila 25 tahun lalu penyakit infeksi mendominasi dunia sebagai penyakit paling banyak menyebabkan kematian kini tidak lagi karena sudah ditemukan obat infeksi baik virus, kuman, maupun bakteri. Muncul masalah lagi dimana penyakit degeneratif mendominasi penyebab kematian nomor satu di dunia. Baru - baru ini penelitian mengungkapkan bila buah manggis dapat menurunkan resiko penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, kankerm arthritis, Alzheimer, gangguan jantung dan masih banyak lagi.
  • Mengatasi Obesitas
Jika, Anda salah satu pengidap obesitas tak perlu khawatir lagi sebab buah manggis dapat mengurangi berat badan Anda secara sehat. Secara teori kegemukan terjadi dikarenakan ada sel dalam tubuh yang membesar dan mengeras, zat yang bernama xantohnes di dalam buah manggis dapat melunakkan serta mengembalikan sel ke ukuran semula.
  • Menetralisasi Zat Radikal Bebas
Kandungan catechins yang terdapat dalam buah manggis telah terbukti mampu melawan zat radikal bebas bahkan lebih efektif ketimbang vitamin C dan vitamin E. Kandungan dua vitamin itulah yang akan membantu tubuh menetralisasi zat radikal bebas, akibatnya tubuh akan lebih sehat.

Itulah penjelasan berbagai manfaat buah manggis untuk kesehatan tubuh.
Semoga bermanfaat...

Contact Us

Name

Email *

Message *