Macam-Macam Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Macam-Macam Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Bernapas merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Dalam fisiologi, pernapasan meliputi dua proses, yaitu pernapasan eksternal dan pernapasan internal. Pernapasan Eksternal adalah rangkaian proses pertukaran oksigen dengan karbon dioksida antara tubuh dengan lingkungan eksternal. Sedangkan, pernapasan internal adalah proses-proses metabolisme penggunaan oksigen serta pembentukan karbon dioksida dan air yang terjadi pada mitokondria di dalam sel (intrasel).

Berikut ini akan dibahas berbagai gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem pernapasan.

  • Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya terjadi melalui udara. Bakteri ini masuk dan terkumpul di dalam paru-paru, kemudian menyebar melalui pembuluh darah, serta menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, dan kelenjar getah bening. Pada paru-paru akan terbentuk tuberkel (koloni bakteri yang dorman/istirahat). Jika kekebalan tubuh kurang baik, tuberkel akan bertambah banyak dan membentuk ruangan di dalam paru-paru yang memproduksi dahak (Sputum).
  • Faringitis adalah peradangan pada faring dan tenggorokan yang menyebabkan rasa sakit ketika menelan makanan. Dapat disebabkan oleh infeksi virus (seperti influenza), bakteri (misalnya Streptococcus sp. dan Corynebacterium sp.), merokok, menelan racun, reaksi alergi, dan refluks asam lambung (pengaliran kembali isi lambung ke dalam kerongkongan).
  • Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, dengan gejala sakit tenggorokan, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, demam, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Pneumonia (radang paru-paru) adalah peradangan paru-paru yang dapat mengakibatkan alveolus terisi cairan yang berlebihan. Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri (misalnya Mycoplasma pneumoniae dan Streptococcus pneumoniae), virus, atau jamur (Aspergillus fumigatus dan Actinomyces israeli). Peminum alkohol dan perokok lebih rentan terhadap penyakit ini.
  • Kanker paru-paru (karsinoma pulmonar) adalah abnormalitas sel-sel yang mengalami proliferasi (pertumbuhan yang cepat) dalam paru-paru. Faktor pemicunya antara lain, merokok, terpapar karbonil nikel (pelebur nikel) dan arsenik (senyawa dalam pestisida), polusi udara, serta genetik.
  • Hiperkapnia adalah peningkatan kadar karbon dioksida dalam cairan tubuh melebihi batas normal sehingga meningkatkan respirasi, konsentrasi ion hidrogen, dan asidosis (kadar asam dalam darah berlebihan).
  • Hipoksemia adalah penurunan konsentrasi oksigen dalam darah arteri (PaO2) hingga di bawah batas normal. Hipoksemia dapat disebabkan oleh zat toksik, seperti karbon monoksida (CO) dan sianida (CN). Gas CO dapat mematikan karena daya ikat hemoglobin terhadap CO lebih besar (320 kali) dibandingkan day ikatnya terhadap oksigen.
  • Sianosis adalah keadaan ketika kulit dan membran mukosa berwarna kebiruan atau pucat karena kandungan oksigen dalam darah rendah. Sianosis dapat terjadi akibat penyakit paru-paru, kelainan jantung, dan berada di daerah geografis yang tinggi.
  • Asfiksia adalah kondisi kekurangan oksigen pada pernapasan yang dapat menyebabkan kematian sebagai akibat dari kegagalan fungsi paru-paru. Tenggelam di dalam air dan gangguan sistem saraf pusat dapat menyebabkan asfiksia. Asfiksia neonatorum adalah keadaan ketika bayi gagal bernapas secara spontan dan teratur setelah beberapa saat kelahiran.
  • Penyakit pulmonar obstruktif menahun (PPOM) adalah kelompok penyakit yang meliputi asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit industrial (asbestosis, silikosis, dan black lung).


  1. Asma, penyempitan saluran napas yang bersifat sementara, akibat hipersensitivitas terhadap rangsangan tertentu (misalnya debu, rambut binatang, asap, udara dingin, dan olahraga). Asma ditandai dengan napas yang berbunyi (bengek).
  2. Bronkitis adalah peradangan pada selaput lendir bronkus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, merokok, polusi udara, debu, asap zat kimia, dan penyakit paru-paru.
  3. Emfisema adalah kerusakan pada kantong udara (alveolus) secara bertahap, berupa lubang-lubang menganga pada dindingnya, sehingga mengurangi luas permukaan paru-paru. Emfisema dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, infeksi bakteri, dan polusi udara.


  • Dispnea (sesak napas) adalah perasaan sulit bernapas ditandai dengan napas yang pendek, karena suplai oksigen ke dalam jaringan tubuh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan.Dispnea dapat terjadi pada orang yang cemas (emosi tidak stabil), penderita kardiovaskular, asma dan penyakit paru-paru.
  • Apnea tidur adalah kesulitan bernapas pada saat tidur karena kegagalan pelepasan impuls saraf yang menjalankan pernapasan. Apnea tidur dapat terjadi karena saat otot faring melemas sewaktu tidur, otot pernapasan tidak dapat berkontraksi ketika inspirasi dan lidah terjatuh menyumbat jalan pernapasan. Gejalanya adalah mendengkur keras, nyeri kepala di pagi hari, kelelahan, dan mengantuk di siang hari.
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS, sudden infant death syndrome) adalah bentuk apnea tidur, ketika bayi yang tampak sehat secara tiba-tiba meninggal (biasanya di tempat tidur). Sering terjadi pada bayi prematur dan bayi yang tidur tertelungkup.
  • Influenza, parainfluenza (sindrom batuk pilek), flu burung, dan SARS (Severe Respiratory Syndrome). Semuanya adalah gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Influenza disebabkan oelh virus ortomiksovirus, parainfluenza disebabkan oleh parainfluenzavirus, flu burung oleh HPAIV (Highly Pathogenic Avian Influenza Virus) strain H5N1, sedangkan SARS oleh SARS coronavirus. Flu burung dan SARS dapat menyebabkan kematian.

Macam-macam Energi Terbarukan Sebagai Energi Alternatif


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi energi terbarukan yang sangat melimpah. Namun, potensi energi terbarukan yang melimpah tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal. Hal ini disebabkan karena Indonesia masih bergantung pada sumber energi fosil yang terbatas jumlahnya. Padahal penggunaan sumber energi fosil memberikan dampak negatif bagi lingkungan karena dapat menyebabkan polusi udara, air, dan tanah serta berdampak pada pemanasan global. Menurut Greenpeace, Indonesia baru memanfaatkan energi terbarukan hanya sekitar lima persen dari total listrik yang digunakan di Indonesia, padahal energi terbarukan di Indonesia mampu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan mengurangi masalah pencemaran lingkungan.

Berikut ini sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi :

  • Biomassa
Biomassa yaitu bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain tanaman, rumput, pohon, limbah pertanian, ubi, limbah hutan, tinja, dan kotoran hewan. Kelebihan sumber energi biomassa yaitu sumber energi yang dapat diperbarui sehingga dapat menyediakan sumber energi secara kesinambungan.

  • Biofuel 
Biofuel atau bahan bakar hayati adalah sumber energi terbarukan yang berupa bahan bakar baik padat, cair, maupun gas yang dihasilkan dari bahan organik. Sumber biofuel adalah tanaman yang memiliki kandungan gula tinggi (tebu dan sorgum) dan tanaman yang memiliki kandungan minyak nabati tinggi (jarak, ganggang, dan kelapa sawit).

  • Panas bumi
Energi panas bumi atau geotermal adalah sumber energi terbarukan berupa energi termal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Energi panas bumi dianggap cukup ekonomis, berlimpah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Namun, pemanfaatannya masih terkendala pada teknologi eksploitasi yang hanya dapat menjangkau di sekitar lempeng tektonik saja.

  • Tenaga air
Air adalah sumber daya terbarukan yang terus diisi oleh siklus global penguapan dan curah hujan. Energi air yang mengalir dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Energi air merupakan salah satu alternatif bahan bakar fosil yang paling umum. Sumber energi ini diperoleh dengan cara memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki air.

  • Tenaga Angin
Angin adalah gerakan udara yang terjadi ketika naik udara hangat dan udara dingin. Energi angin telah digunakan selama berabad-abad untuk kapal layar, kincir angin, dan menggiling gandum. Energi angin ditangkap oleh turbin angin, kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik. Pemanfaatan dari energi angin menjadi listrik di Indonesia telah dilakukan seperti pada pembangkit listrik tenaga bayu (PLTBayu) Samas di bantul, Yogyakarta.

  • Tenaga Nuklir 
Proses reaksi nuklir yang terkendali dapat menjadi sumber energi alternatif yang berpotensi sangat besar, tetapi pendirian pembangkit listrik tenaga nuklir ini sering diprotes oleh masyarakat. Proses reaksi nuklir dikenal sebagai reaksi fisi yang menghasilkan panas yang dapat menguapkan air untuk menggerakkan generator yang menghasilkan listrik.

  • Tenaga Surya
Matahari adalah sumber energi yang paling kuat. Energi surya dapat digunakan untuk pemanasan rumah, pencahayaan dan pendinginan, pembangkit listrik, pemanas air, dan berbagai proses industri lainnya. Energi matahari merupakan energi terbarukan yang berasal dari radiasi sinar dan panas yang dipancarkan oleh matahari.

  • Gelombang Laut
Energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan oleh pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya. Energi dari gelombang laut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Pemanfaatan energi laut memerlukan teknologi yang mahal dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya. Indonesia berpotensi tinggi dalam memanfaatkan energi gelombang laut, meskipun saat ini di Indonesia energi alternatif ini masih dalam tahap pengembangan.

  • Pasang Surut Air Laut
Energi pasang surut adalah energi terbarukan yang dihasilkan oleh pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Terdapat dua jenis sumber energi pasang surut air laut, yaitu perbedaan tinggi rendah air laut saat pasang dan arus surut terutama pada selat-selat yang kecil. Di Indonesia sumber energi alternatif ini belum termanfaatkan, padahal Indonesia memiliki potensi yang tinggi dalam pemanfaatan energi pasang surut air laut.

Itulah penjelasan sumber energi terbarukan yang dapat menjadi sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi. Saat ini kita masih bergantung dengan sumber energi fosil yang terbatas jumlahnya, untuk itu gunakanlah energi dengan sebaik-baiknya terutama energi listrik. Dengan menghemat penggunaan energi kita telah berperan dalam membantu mengurangi pemanasan global. Sekian, semoga bermanfaat untuk Anda...

Penyebab Sendi Berbunyi "Krek" Ketika Digerakkan dan Efeknya Bagi Kesehatan


Ketika  berada pada posisi tubuh yang sama dalam waktu cukup lama atau melakukan aktivitas yang menggerakkan sendi tertentu secara berulang-ulang tubuh akan terasa kaku dan pegal. Sebagian orang akan mencoba melakukan peregangan dengan menggerakkan sendi hingga berbunyi "krek".

Memang menjadi suatu kepuasan tersendiri ketika sendi yang kita gerakkan bisa mengeluarkan bunyi "krek", terlebih jika bisa dilakukan hingga berulang-ulang. Saya sendiri juga sering melakukannya di bagian leher dan jari tangan. Rasanya sendi terasa lebih nyaman jika berhasil menggerakkannya hingga mengeluarkan bunyi. Karena sering saya lakukan berulang-ulang, hal ini pun lama-lama menjadi kebiasaan. Menggerakkan sendi dengan sengaja baik dengan cara dibengkokkan, ditekan, ditarik, atau dipijat memang telah menjadi kebiasaan banyak orang, lalu mengapa sendi bisa berbunyi ketika digerakkan? Dan apa efeknya bagi tubuh jika dilakukan berulang-ulang?

Berikut penjelasannya!

Tulang persendian kita mempunyai selaput sendi atau membran sinovial yang menghasilkan minyak sinovial. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga gesekan berjalan lancar, halus, dan tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit. Minyak sinovial mengandung berbagai jenis nutrisi dan campuran gas oksigen, nitrogen, dan karbondioksida. Letusan gas-gas itulah yang menghasilkan bunyi di persendian. Cairan sendi harus menyerap gas kembali beberapa saat sebelum dapat menghasilkan bunyi yang sama. Saat sendi ditarik-tarik atau dibengkokkan, ruangan yang berisi cairan di sekitar sendi akan meregang. Regangan itulah yang menyebabkan gas di dalam cairan akan dilepaskan.

Tendon dan ligamen juga menjadi penyebab timbulnya bunyi. Jaringan lunak di persendian ini mirip dengan karet yang mengikat otot dengan ujung tulang atau mengikat suatu tulang dengan tulang lainnya agar tidak lepas. Saat persendian digerakkan, kadang-kadang tendon dan ligamen lepas dari tempatnya dan menimbulkan bunyi, tetapi segera kembali lagi. Contohnya, lutut terkadang berbunyi pada saat berdiri dari posisi duduk.


Para ilmuwan telah mempelajari, apakah kebiasaan membengkokkan sendi dapat memicu artritis atau merusak jaringan tubuh lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan kapan saja tanpa berisiko apapun. Namun, jika aktivitas tersebut dilakukan secara berlebihan, akan merusak jaringan lembut di sekitar sendi sehingga tangan bengkak dan sulit digerakkan.

Itulah penjelasan penyebab sendi yang berbunyi "krek" ketika digerakkan. Tidak ada efek yang ditimbulkan dari kebiasaan menggerakkan sendi hingga mengeluarkan bunyi, tapi jangan lakukan secara berlebihan.
Semoga bermanfaat...


Sumber : dilansir dari buku Biologi Karya Irnaningtyas 

MACAM-MACAM GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH


Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda. Disebut sebagai sistem peredaran darah tertutup karen darah mengalir di dalam pembuluh darah. Disebut juga sebagai sistem peredaran darah ganda karena dalam satu kali peredaran darah, darah dua kali melewati jantung.

Ada kalanya sistem peredaran darah bekerja tidak sesuai dengan fungsinya. Gangguan,kelainan, dan penyakit yang berkaitan dengan sistem peredaran darah dan limfa sebagai berikut:

  1. Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal. Anemia ditandai oleh hematokrit (presentase eritrosit dalam volume darah) yang rendah. Jenis anemia, antara lain: anemia pernisiosa yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin B12, anemia gizi karena kekurangan zat besi dalam makanan, dan anemia aplastik yang disebabkan olehh kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah merah.
  2. Hemofilia adalah kegagalan dalam proses pembekuan darah pada pembuluh darah yang cedera (darah sulit membeku). Hemofilia disebabkan oleh defisiensi faktor pembekuan darah. Sekitar 80% disebabkan oleh kelainan genetika (penyakit keturunan).
  3. Leukimia adalah gangguan produksi leukosit yang terlalu banyak. Leukimia dapat terjadi pada semua umur terutama anak-anak. Pada leukemia akut, kematian dapat terjadi dalam beberapa minggu. Pada leukemia kronik pasien dapat hidup beberapa tahun.
  4. Siklemia (sikle cell disease/penyakit sel sabit) adalah penyakit genetika akibat mutasi gen yang menyebabkan sel darah memiliki hemoglobin abnormal (hemoglobin S) sehingga kekurangan jumlah oksigen, dan berbentuk seperti bulan sabit. Sel sabit ini rapuh dan mudah pecah saat melewati pembuluh darah, akibatnya terjadi anemia, penyumbatan aliran darah, kerusakan organ, dan kematian.
  5. Talasemia adalah penyakit keturunan yang terjadi akibat kelainan sel darah merah. Sel darah merah berbentuk tidak normal, cepat rusak, kekurangan oksigen, dan berumur lebih pendek dari sel darah merah normal. Penderita memerlukan transfusi darah secara berulang-ulang seumur hidupnya. Penderita menjadi pucat, pusing, lemah, letih, sesak napas, sulit tidur, dan warna kulit menghitam (akibat zat besi dari sel darah yang hancur tidak dapat dikeluarkan dari tubuhnya.
  6. Hipertensi adalah tekanan darah arteri meningkat hingga di atas normal (misalnya, di atas 140 mmHg sistole/99 mmHg diastole). Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke (tersumbatnya arteri otak).
  7. Hipotensi adalah tekanan darah arteri menurun hingga di bawah normal (misalnya kurang dari 90 mmHg sistole/60 mmHg diastole). Penyebab hipotensi, yaitu kehamilan, berbaring terlalu lama karena sakit, konsumsi obat pelangsing yang berlebihan, dan dehidrasi.
  8. Arteriosklerosis adalah penyakit degeneratif arteri yang menyebabkan sumbatan bertahap sehingga mengurangi aliran darah. Dibawah  lapisan dalam arteri terdapat plak-plak lemak. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kolestrol teroksidasi, radikal bebas, tekanan darah tinggi, homosistein, bahan kimia yang dibebaskan dari sel lemaj, dan bakteri atau virus perusak dinding pembuluh darah.
  9. Trombus adalah gumpalan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di tempat terjadinya kerusakan (misalnya setelah operasi).
  10. Embolus adalah gumpalan bekuan darah yang bergerak di dalam sirkulasi dan terjepit di dalam pembuluh darah kecil.
  11. Jantung koroner adalah tersumbatnya arteri koroner sehingga aliran darah yang mencapai sel-sel otot jantung hanya berjumlah sedikit. Jantung koroner dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, makanan berkolestrol tinggi, kegemukan, diabetes mellitus, penuaan, tekanan darah tinggi, dan faktor keturunan.
  12. Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena. Biasanya pada anggota tubuh bawah (misalnya betis). Varises disebabkan oleh menurunnya elastisitas pembuluh vena (misalnya karena terlalu lama berdiri atau memakai sepatu berhak tinggi yang memaksa vena bekerja lebih berat).
  13. Hemoroid (wasir) adalah pelebaran pembuluh darah vena di sekitar anus. Penyebab wasir sebenarnya sederhana, yakni saat susah buang air besar, tetap dipaksakan mengeluarkan kotoran. Penyebab susah buang air besar ini adalah kurang minum, kurang makan serat, kurang olah raga, banyak duduk, dan mengangkat benda yang berat-berat.
  14. Limfangitis adalah akumulasi volume abnormal cairan interstisial pada ruangan di antara sel. Edema dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan filtrasi dalam kapiler (sebagai akibat gagal jantung), maupun penurunan tekanan osmosis plasma (akibat penyakit ginjal dan kekurangan protein).
  15. Infark miokard (IM), umumnya dikenal sebagai serangan jantung, terjadi ketika sekelompok otot jantung mati karena peyumbatan mendadak dari arteri koroner (trombosis koroner). Hal ini biasanya disertai dengan nyeri dada luar biasa dan sejumlah kerusakan jantung.  
Itulah penjelasan Macam-macam Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah.
Semoga bermanfaat...

Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit

Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit

Sistem ekskresi adalah proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme (metabolit) yang sudah tidak diperlukan atau berbahaya jika disimpan di dalam tubuh. Istilah ekskresi berbeda dengan sekresi dan defekasi. Sekresi adalah proses pengeluaran substansi kimiawi (misalnya enzim dan hormon) oleh sel atau kelenjar yang memiliki kegunaan tertentu. Defekasi (buang air besar) adalah proses pembuangan sisa pencernaan makanan berbentuk padat atau setengah padat.

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang beragam gangguan sistem ekskresi pada manusia. Berikut penjelasannya :

A. Gangguan Sistem Urinaria
  • Glikosuria (glukosuria) adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan terekskresi ke dalam urine.
  • Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Protein (albumin) yang tidak dapat disaring, akan keluar bersama urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
  • Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan dapat berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Kelainan metabolisme, sering menahan buang air kecil, dan kurang minum, dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Jika batu masih kecil, dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu dan teknologi sinar laser penghancur batu ginjal. Namun, jika batu sudah membesar, harus diangkat melalui proses operasi.
  • Diabetes mellitus (kencing manis), dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Diabetes mellitus tipe 1 (dimulai pada saat usia remaja), ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen (insulin produk farmasi yang disuntikkan) untuk bertahan hidup. Jumlah penderita diabetes mellitus tipe 1 sekitar 10% dari semua kasus diabetes mellitus.
  2. Diabetes mellitus tipe 2 (dimulai pada saat usia dewasa), sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel sasaran insulin, seperti sel otot rangka dan sel hati. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan gaya hidup. Sekitar 90% pengidap diabetes mellitus tipe 2 mengalami obesitas.
  • Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, yang disertai dengan rasa haus. Pengeluaran urine sekitar 20 liter per hari (30 kali dari jumlah urine normal). Penderita disarankan banyak minum, agar tidak terjadi dehidrasi. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (antidiuretic hormone)
  • Poliuria merupakan kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Pada umumnya disebabkan oleh polidipsia (rasa haus yang tidak berkesudahan) dan mengonsumsi cairan yang mengandung kafein, alkohol, atau bahan (obat-obatan) yang bersifat diuretik (mempercepat pembentukan urine).
  • Gagal ginjal (anuria) adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Anuria dapat disebabkan oleh kerusakan glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan.
  • Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.
  • Nefritis adalah radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp. yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala nefritis adalah hematuria (darah dalam urine), proteinuria (protein dalam urine), edema (pengumpulan air terutama pada kaki), dan kerusakan fungsi hati.

B. Gangguan Hati
  • Penyakit hati (liver), paling sering disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyebab disentri, cacing, plasmodium penyebab malaria, dan Toxoplasma sp.
  • Sirosis hati (cirrhosis) adalah berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga kehilangan fungsinya. Sirosis dapat disebabkan oleh minuman keras serta hepatitis B dan hepatitis C.
  • Hemokromatosis adalah kelainan secara genetika yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan pankreas.

C. Gangguan Kulit
  • Biang keringat (miliaria) adalah ruam berbentuk bintik-bintik merah yang gatal, akibat tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat yang dapat disebabkan oleh sel-sel kulit mati atau bakteri, biasanya muncul saat udara padas dan lembab.
  • Hiperhidrosis adalah keluar keringat berlebihan yang terjadi pada seluruh badan atau bagian tubuh tertentu (misalnya, telapak tangan dan kaki). Hiperhidrosis disebabkan oleh suatu penyakit atau faktor psikis.
  • Anhidrosis adalah kulit tidak dapat berkeringat. Anhidrosis disebabkan oleh luka bakar, penyakit, pengaruh obat-obatan, atau kelenjar keringat yang tidak mampu berfungsi lagi.
  • Bromhidrosis adalah keringat berbau atau bau badan, bisa disebabkan oleh bakteri atau kelenjar keringat apokrin bekerja lebih aktif.
  • Eksem (dermatitis) adalah radang kulit yang hebat, terasa gatal, kulit dapat melepuh atau bergelembung kecil (vesikel) yang akhirnya pecah mengeluarkan cairan. Eksem disebabkan oleh faktor keturunan, stres dan emosi, atau kontak dengan senyawa alergenik (misalnya, logam, zat pewarna, kosmetik, parfum, debu, dan sabun).
  • Kadas atau kurap adalah bercak-bercak kemerahan pada kulit, terkadang berbentuk bundar dan jernih di bagian tengahnya, kadas terjadi akibat infeksi jamur.
  • Kudis adalah gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
  • Athelete's foot adalah infeksi jamur di sela-sela jari kaki.
  • Vitiligo adalah gangguan pigmentasi sehingga kulit kehilangan melanin, tampak bercak-bercak putih yang bisa melebar pada kulit.
  • Jerawat adalah kulit yang meradang, pori-pori tersumbat, terkadang menimbulkan kantung nanah. Jerawat terjadi akibat infeksi bakteri, perubahan hormonal, atau kotoran.
  • Pruvitus kutanea adalah gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensoris perifer, dapat terjadi pada penderita kencing manis, penyakit kelenjar tiroid dan hati.
  • Kalvus adalah penyakit mata ikan yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dan gesekan secara terus-menerus seperti pemakaian sepatu yang terlalu sempit.

Itulah penjelasan tentang Macam-macam Gangguan pada Sistem Ekskresi Ginjal, Hati, dan Kulit. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda...

Contoh Report Text tentang Fenomena Alam Banjir dan Gempa Bumi dalam Bahasa Inggris

Report text adalah teks dalam bahasa inggris yang menjelaskan sesuatu hal secara umum. Report text menjelaskan deskripsi tentang suatu benda atau kejadian berdasarkan pada penelitian ilmiah atau fakta.

Walapun sama-sama mendeskripsikan sesuatu benda atau kejadian, report text berbeda dengan deskriptive text. Report text menjelaskan sesuatu atau kejadian secara umum atau general. Contoh judul report text adalah smartphone, book dan car. Sedangkan descriptive text menjelaskan sesuatu atau kejadian secara khusus. Contoh judul descriptive text adalah my car; my best friend, Andre dan my home. Dari pengertian dan contoh judulnya kita bisa melihat bahwa report text dan descriptive text memiliki perbedaan walaupun sama-sama mendeskripsikan sesuatu.

Selanjutnya adalah Generic Structure Report Text. Report text terdiri dari dua bagian yaitu:

  • General Classification

Pada bagian ini terdapat pernyataan umum yang menerangkan objek yang akan dideskripsikan.

  • Description 

Bagian ini berisi deskripsi tentang objek yang dilaporkan meliputi bagian-bagian, sifat-sifat, kebiasaannya atau pun tingkah lakunya. Penjabaran klasifikasi dilakukan secara ilmiah.

Berikut ini Contoh Report Text tentang Fenomena Alam dalam Bahasa Inggris :

Floods 

Contoh Report Text tentang Fenomena Alam dalam Bahasa Inggris

A flood is an overflow of any amount of water that reaches land. Floods usually occur when the volume of water within a body of water, such as a river or lake, exceeds the total capacity of the formation, and as a result some of the water flows or sits outside of the normal perimeter of the body. However, floods may be secondary effects of earthquakes, if dams are damaged. Earthquakes may cause landslides to river dams, which then collapse and cause floods.



Earthquakes 

An earthquake (also known as a quake, tremor, or tremblor) is the result of a sudden release of energy in the Earth's crust that creates seismic waves. Earthquakes are recorded with a seismometer or a seismograph. The moment magnitude (or the related and mostly obsolete Richter magnitude) of an earthquake is conventionally repoted, with magnitude 3 or lower earthquakes being mostly imperceptible and magnitude 7 causing serious damage over large areas. Intensity of shaking is measured on the modified Mercalli scale.

At the Earth's surface, earthquakes manifest themselves by shaking and sometimes displacing the ground. When a large earthquake epicenter is located offshore, the seabed sometimes suffers sufficient displacement to cause a tsunami. The shaking in earthquakes can also trigger landslides and occasionally volcanic activity.

In its most generic sense, the word earthquake is used to describe any seismic event - whether a natural phenomenon or an event caused by humans - that generates seismic waves. Earthquakes are caused mostly by the rupture of geological faults, but also by volcanic activity, landslides, mine blasts, and nuclear experiments. An earthquake's point of initial rupture is called its focus or hypocenter. The term epicenter refers to the point at ground level directly above the hypocenter.

Itulah Contoh Report Text tentang Fenomena Alam dalam Bahasa Inggris. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda...

Pengertian, Macam-macam, dan Parameter Pencemaran Lingkungan

Pengertian, Macam-macam, dan Parameter Pencemaran Lingkungan

Eksploitasi terus menerus yang berlebihan pada sumber daya alam (SDA) akan menyebabkan kerusakan ekosistem, sebagai contoh timbulnya zat sampah yang mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Apa itu pencemaran lingkungan (polusi)?

Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat-zat pencemar ke dalam lingkungan yang menyebabkan kualitas lingkungan menurun. Zat atau bahan yang dapat mencemari lingkungan disebut polutan. Suatu zat atau bahan disebut polutan apabila memenuhi syarat-syarat antara lain jumlahnya melebihi batas normal, berada pada tempat dan waktu yang tidak semestinya, merusak lingkungan, dan mengganggu kesehatan atau menyebabkan penyakit.

Berikut macam-macam pencemaran yang dibedakan menurut tempat terjadinya, bahan pencemar, dan tingkat pencemaran:

A. Pencemaran menurut Tempat Terjadinya
  • Pencemaran Air
Salah satu ciri air bersih adalah tidak tercemar. Air dikatakan tercemar apabila air itu sudah berubah, baik warna, bau, maupun rasanya. Selain itu air yang telah tercemar dapat menyebabkan kematian organisme yang hidup pada air tersebut.
Sumber-sumber pencemaran air antara lain sebagai berikut:

  1. Limbah industri berupa zat-zat buangan yang sangat berbahaya, seperti logam berat, zat-zat radioaktif, sampah, kotoran dari pengolahan hasil ternak, dan polutan panas dari air pendingin industri. Logam berat seperti Pb, Hg, dan Zn dapat terakumulasi dan bersifat racun. Contohnya kasus pencemaran air raksa (Hg) di Teluk Minamata, Jepang.
  2. Limbah rumah tangga berupa limbah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan oksigen di air berkurang, sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air. Selain itu, sisa detergen juga mencemari air.
  3. Limbah pertanian, misalnya sisa pemakaian pupuk buatan, pestisida, dan herbisida yang berlebihan. Fosfat hasil pembusukan bersama NO3 dan pupuk pertanian yang larut dalam air terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (blooming algae). Eutrofikasi menyebabkan tanaman dalam air tidak dapat berfotosintesis sehingga banyak ikan mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, juga menimbulkan pendangkalan dari sisa blooming algae yang mati dan mengendap di perairan. Zat organoklorin dari DDT dapat menyebabkan keracunan bagi biota sungai maupun hewan atau manusia yang memakan biota tersebut. Pencemaran DDT dengan kadar tinggi dapat menimbulkan kematian bagi biota sungai. Di dalam rantai makanan kadar DDT akan semakin meningkat pada tubuh organisme di setiap tingkat trofik, dan konsentrasi tertinggi berada pada puncak konsumen. Proses ini disebut biological magnification (pemekatan hayati).
  4. Limbah pertambangan berupa tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi menyebabkan banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya.
  • Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga terjadi penurunan kualitas udara sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran udara ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kerusakan ekosistem, dan perubahan iklim.
Sumber utama pencemaran udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga, dari industri. Bahan pencemar udara digolongkan menjadi partikel dan gas.

  1. Gas CO (karbon monoksida) hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Disebut sebagai gas pembunuhan karena gas ini mempunyai daya ikat terhadap hemoglobin yang jauh lebih tinggi daripada dengan oksigen sehingga mengganggu pengikatan oksigen oleh darah.
  2. Gas CO2 (karbon dioksida) hasil pembakaran bahan bakar minyak bumi, batu bara, dan pembakaran hutan. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan. Selain itu, gas CO2 yang terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat polusi CO2 disebut juga sebagai "efek rumah kaca".
  3. Gas CFC (klorofluorokarbon) mengakibatkan rusaknya lapisan ozon (O3).
  4. Gas SO2 dan NO2 yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Reaksi gas tersebut dengan uap air menyebabkan terjadinya hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan hewan dan tumbuhan mati, merusak benda-benda yang terbuat dari logam, dan bangunan-bangunan menjadi rusak.
  • Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah menyebabkan kehidupan mikroorganisme tanah mengalami gangguan, sifat kimia dan fisika tanah berubah sehingga pertumbuhan tanaman terganggu, serta keseimbangan fisiologis tanah terpengaruh dan berubah.
Sumber-sumber pencemaran tanah antara lain sebagai berikut:
  1. Limbah industri, berupa zat-zat beracun dari industri yang meresap ke dalam tanah.
  2. Limbah rumah tangga berupa kaleng, kaca, plastik, dan detergen yang bersifat nonbiodegradable (sulit diuraikan secara alami).
  3. Limbah pertanian, berupa zat kimia penyusun pestisida.
  • Pencemaran Suara
Pencemaran suara ditimbulkan oleh suara bising mesin-mesin pabrik, mesin pesawat terbang, kereta api, motor, dan mesin instalasi. Suara-suara yang berkekuatan 80 dB (desibel) sudah dapat menimbulkan kebisingan. Pencemaran suara dapat mengganggu pendengaran, meningkatkan kinerja jantung, dan menimbulkan stres.

B. Pencemaran menurut Bahan Pencemar (Polutan)
  • Pencemaran kimiawi, disebabkan oleh polutan berupa zat kimia baik organik maupun anorganik. Contohnya logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Ni), pestisida, minyak, dan detergen.
  • Pencemaran fisik, disebabkan oleh polutan berupa kaleng, botol, plastik, dan karet.
  • Pencemaran biologis, disebabkan oleh polutan berupa berbagai macam mikroorganisme penyebab penyakit, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella typhosa.

C. Pencemaran menurut Tingkat Pencemaran
  • Pencemaran ringan, apabila mengakibatkan iritasi ringan pada pancaindra dan tubuh serta mengganggu ekosistem. Contohnya gas buangan kendaraan bermotor menyebabkan mata pedih.
  • Pencemaran kronis, apabila mengakibatkan sakit kronis. Contohnya pencemaran merkuri di Minamata, Jepang menyebabkan kanker dan bayi lahir cacat/
  • Pencemaran akut, apabila polutan kadar tinggi menyebabkan kematian. Misalnya pencemaran nuklir.

Pencemaran lingkungan dapat diukur dengan parameter pencemaran lingkungan, antara lain sebagai berikut :
  • Parameter biologi, meliputi ada tidaknya mikroorganisme, misalnya E. coli, Planaria, dan Tubifex.
  • Parameter fisik, meliputi temperatur, rasa, bau, warna, kekeruhan, dan radioaktivitas.
  • Parameter kimia meliputi CO2, pH alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat.
  • Parameter biokimia meliputi BOD (Biological Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cara pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari.Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut Menteri Kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

Itulah pembahasan tentang Pengertian, Macam-macam, dan Parameter Pencemaran Lingkungan. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. 

Contact Us

Name

Email *

Message *